“Jajan” ke dokter kulit sewaktu hamil

Postingan sebelumnya saya sudah bercerita apa yang sedang terjadi pada tubuh saya soal hormon. Ini kelanjutannya.

Kehamilan Queena gatal-gatal di dada saya hanya mandi dengan sabun hijau tapi di bagian yang gatal saja.

Kehamilan Arka saya tidak begitu menaruh curiga sewaktu banyak bintik hitam di kaki, saya anggap ya digigit nyamuk saya garuk dan berbekas.

Karena saya memang mengurus anak-anak sendiri (mama hanya mengawasi saja) sehabis melahirkan tidak begitu memperhatikan lagi si gatal-gatal. Tiba-tiba hilang saja, pas Arka pun akhirnya saya anggap “oh hormon”.

Karena kehamilan adik si hormon lebih parah hampir seluruh tubuh dan gatalnya gak main-main akhirnya saya memutuskan mencoba konsul ke dokter kulit. Tanya teman sana sini punya opsi masing-masing soalnya dokter kulitnya dan waktunya pas karena suami mau ke luar kota 4 hari saya kepikiran saya mesti “sehat”.

Akhirnya saya memutuskan datang ke salah satu Rumah sakit ibu dan anak di Bandung. Dokternya datang gak lama saya daftar tapi antrian saya sudah ke nomer 6. 

Akhirnya merasakan diperiksa di tempat biasa arka diperiksa kalau lagi ke dokter anak, grogi deg-degan. Saya datang memakai baju terusan u can see (yailah bahasanya :p) ditutup cardigan dan tanpa legging. Berfikir biar dokter bisa ngecek tanpa ribet saya buka celana atau atasan lebih dahulu.

Dokter bertanya ada yang gatal-gatal gak di rumah, saya bilang iya anak saya beberapa hari sebelum muncul gatal di badan dia seperti kena alergi binatang jadi biduran/kaligata. Beliau periksa detail sampai selah jari kaki saya pun tak luput diperiksa. Akhirnya saya perlihatkan semua “motif” baru di badan saya. Gak banyak omong dokternya sih, setiap pertanyaan yang saya ajukan misal, gara-gara minum kalsium gak ya dok, dia bilang bukan kalau alergi obat bentuknya tidak seperti ini, ini murni hormon. Makanan? Tapi saya makan juga gak aneh-aneh dok soalnya jarang makan di luar, beliau juga bilang tidak.

Akhirnya saya diberi 2 salep racikan, 1 oles tipis di badan dan 1 lagi khusus di lipatan paha dan obat minum racikan si dokter. Total kerusakan yang saya mesti bayar di kasir sekitar 550k. Ya, duit refund tiket pesawat pun melayang hahahaha. Soal si refund ini awal september saya dan arka berencana ikut mama papa nengok adik saya di Batam kemudian nyebrang ke Singapur, tapi awal bulan kemaren virus Zika lagi panas-panasnya di berita dan efek kalau kena yang lagi hamil serem banget akhirnya saya cancel tiket pesawat berdua dengan persen-persenan yang bikin manyun.

Oia soal sabun hijau di postingan sebelumnya, saya tidak mengunakan lagi. Sewaktu arka sekolah ternyata ada salah satu ibu yang dokter umum, melihat saya bercerita ke teman dan sesekali mengaruk dia penasaran akhirnya cerita, dan dianjurkan tidak mengunakan lagi karena efeknya bikin kering. Seharusnya memang harus dibikin lembab dan kalau di rumah memakai baju yg tipis saja (sementara saya di rumah memakai kaos dan celana panjang kaos dengan alasan kalau keluar rumah tinggal tambah cardigan dan kerudung). Disarankan memakai lactac*d yang buat bayi/anak saya. Setelah beberapa hari pakai itu kulit saya kering mungkin gak cocok.

Dokter kulit menyarankan memang menganti sabun mandi dengan sabun bayi, jadi sekarang pakai sabun arka saja alhamdulilah cocok.

Salep digunakan 2x sehari, saya putuskan pagi dan malam. Pagi sehabis mandi kalau malam saya gunakan sebelum tidur dengan catatan saya membersihkan badan dengan sabun tanpa mandi hanya kaki dan tangan agar sewaktu dioleskan kulit saya dalam keadaan bersih dan lembab. Plus biar gak sayang kalau dipakai setelah mandi sore masih ada sholat magrib dan isya takut hilang kehapus air. Bagian tubuh yang tidak terkena air wudhu saya oleskan sehabis mandi.

Karena isi salep dengan motif di tubuh tidak berbanding jadi sebelum waktunya kontrol sudah habis. Obat minum gak gitu kasi hasil juga, memang frekuensi mengaruk karena gatal saya jauh berkurang dan bagian yang merah-merah tipis sedikit memudar tapi tidak hilang. 

Sewaktu kontrol ke dokter kandungan begitu menyapa pertanyaan dr Leri langsung “gimana ibu gatal-gatalnya?”. Ya udah curhat deh saya ke dokter kulit karena dokter hanya menyarankan pakai calad*ne cair saja yang efek nahan gatal hanya 2-3jam saja. Terus ditanya diberi obat apa, disebutin salah satu nama obat yang memang iya diberi dokter ceritiz*ne di salah satu racikannya. Menurut beliau memang obat itu tergolong obat B yang masih aman bila dikosumsi ibu hamil. Ditanya ngaruh gak, saya cmn bilang “gak” hahaha. Iya berkurang rasa gatal tapi tidak hilang. Well, uda dipastikan ini hormon insya Allah hilang setelah lahiran dan doa saya semoga tidak berbekas.

Alhamdulilah adik sehat berat badannya sesuai bagus, hanya saya turun 1 kilo. Fyi, berat badan sewaktu periksa pertama kali berat badan saya di 71kg, kemudian bulan berikutnya 70,5kg, 73,5kg, 73,5kg dan sekarang di 72,5kg. Yang penting adik sehat dan berkembang sesuai usianya.

Saya gak bisa share motif di kulit saya karena memang aurat, tapi beberapa teman saya yang saya kirim gambar lumayan shock sih. Motif seperti bekas cacar dalam jumlah yang banyak menyebar di semua, dan beberapa seperti eksim ada di paha, lutut, bawah perut, pinggang dan pangkal paha. Sekarang eksim mulai mengelap tidak memerah lagi, beberapa bintik masih merah dan masih merasakan gatal, ini hari kedua saya tidak meminum obat dan memakai salep karena memang sudah habis.

Kontrol lagi gak ke dokter kulit? Kayanya gak sih, uda yakin gak akan hilang. Saya hanya menjaga kulit saya harus lembab dan untuk sementara waktu memakai baju tipis dan celana pendek kalau di rumah agar terhindar dari gesekan celana di kulit kalau berkeringat. Sama rajin bersihin badan biar tidak ketutup pori-porinya.

Oia sewaktu tanya ke dokter kandungan beliau menyuruh membaca tentang PUPPP (pruritus urticaria papule and plaque in pregnancy). Coba deh dibrowsing gambarnya kurang lebih begitu yang saya alami sekarang.

Advertisements
“Jajan” ke dokter kulit sewaktu hamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s