(Sengaja) Main ke Jakarta Aquarium

Ada di list plan liburan semester ini, tapi masih maju mundur sama lokasi di Jakarta dan harga tiket masuknya. Ya namanya manusia tetap Allah yang kabulkan, mendadaklah kami ke Jakarta karena suatu hal. Sebelum kembali ke Bandung mampir dulu, bukan mampir karena sejalan tapi diniatin dari timur ke barat balik lagi ke timur langsung arah Bandung.

Lokasinya di mall yang tetanggaan sama Taman Anggrek dan Central park, malah ada kejadian yang bikin malu karena insiden si mall tetanggaan ini.

Tiket masuk 175k/org yang standar dan 225k/org buat yang premium. Premium ini buat 4 jam di dalam plus nonton 5D. Anak-anak di bawah 120cm biayanya 75k. Oia, bisa sea track juga di sini, jalan dibawah air, biaya kalau dari loket depan include semua 500k, tapi kalau sudah di dalam terus berencana mau masuk ke dalam aquarium biayanya 350k. Sering-sering cek website travel promo suka ada info diskon.

Rencana sih cuman berempat udah dihitung-hitung taunya meleset karena Uti ikut juga. Gpp biar mamah jd kekinian masuk sini.

Tempat ini satu naungan sama Taman safari, ya sebut saja taman safari yang di Cisarua, Pringen, Bali jadi kalau a lil bit pricey ya wajar lah ya. Begitu selesai bayar tiket masuk kita dipersilahkan sama petugasnya buat foto-foto di booth yang sudah disediakan. Karena 3 dari kami templatenya gak gitu suka sama foto jadi ekspresinya pun gak exicted.

Pintu masuk semacam lorong gelap dengan nuansa biru, ya semacam underwater tapi bikin Arka malas masuk 😁. Karena ini Konsepnya aquarium jadi binatang-binatang pun ya di dalam aquarium, ada beberapa hewan yang unik ditata seapik dengan latar kayu dan daun-daun dengan teknik aquascape. Ada petugas merangkap jadi guide yang tak sungkan memberi informasi apalagi kita butuh jawaban, di depan setiap tempat binatang ini ada semacam (gadget) tablet info yang bisa disentuh tentu saja jadi mempermudah kita dan menambah wawasan tentang binatangnya itu sendiri.

Ada space kecil yang kita bisa berdiri dibawahnya ada ikan-ikan berenang, tenang kata petugasnya gak akan pecah karena terbuat dari aqlyric yang sangat tebal jadi bukan dari kaca. Bisa sampai 1 ton kekuatannya. Ya tetap saja jiper berdiri di atasnya.

.

Jakarta Aquarium ini terdapat 2 lantai, setelah puas lihat binatang kecil-kecil ada tangga menuju ke bawah dengan koleksi yang gak kalah banyak. Oia gak boleh sembarang sentuh binatang ini ya meski ukuran aquariumnya kita yang dewasa bisa dengan mudah mengapainya sebaiknya jangan coba-coba. Ada peringatan di setiap kaca aquariumnya.

Foto keluarga dulu.

Lantai bawah

<

<

Ada area touch pool juga, tapi sebelum pegang-pegang cuci tangan dulu, ada wastafel di sebelahnya. Ada jam feeding para ikan tapi kata petugasnya pas di area ini sebaiknya tidak dipegang binatangnya karena kondisinya mereka lagi diberi makan.

<<

<

Ada area art, creativity juga. Selain jual souvenir bisa juga cetak foto (bukan foto yang sebelumnya) bisa dari gadget kita sendiri dipindah ke media lain, seperti gelas, kaos, gantungan kunci. Yang bikin happy ituada jelly fish, sayang seribu sayang koleksinya sedikit sekali :(.

<

Kaya yang di Sentosa ya? (Emang uda pernah ke sana? Bahaha belum, doain aja).

<

Terdengar suara musik ternyata emang ada di spot dekat pintu keluar.

.

Dekat pintu exit ada stand cetak foto, pas iseng tanya berapa kalau mau cetak foto petugasnya bilang 160k/foto, kraaaay. Iseng lihat hasil foto sementara tadi pas masuk gak ada yang bener mukanya, ya aku lempeng ajak yang lain keluar karena sudah selesai.

Mau cari oleh-Oleh atau souvenir? Tenang, begitu kita keluar pintu langsung ke tempat souvenirnya.

.

Review dan tips mau ke sini, parkir kendaraan roda 4 itu dipaling atas. Sedangkan Aquarium ada di lantai bawah jadi sekitar 6lantai di bawah, prepare lah langsung naik lift. Resto banyak, apalagi ada resto pingo yang bisa lihat penguin di sebelah Aquarium, harganya sedikit pricey karena kami rombongan jadi cari yang murah-murah aja. Kebanyakan resto korea sih, jadi kalau mau cari yang aman di lidah lumayan jauh jalannya, terus bisa tiba-tiba sudah di mall tetangga aja.

Bagus dan keren gak Aquarium ini? Jangan disamain sama yang di daerah utara itu ya, konsepnya terlihat sama tapi beda. Namanya juga aquarium semua di”pajang” di dalam kotak kaca, edukasi pasti dapat apalagi kemudahan mendapatkan informasi dengan adanya tablet di setiap aquarium nya. Terakhir saya masuk yang satu lagi itu 2 tahun yang lalu pas mereka baru buka lagi setelah pergantian managemen, dan ya gitu aja sama kaya sebelum-sebelumnya tidak ada perubahan, jadi saya masuk ke aquarium semacam dapat hiburan baru lah.

Bagus iya, keren belum, belum sampai tahap situ karena koleksinya masih belum banyak jadi ada beberapa bagian bukan asli hanya gambar via lcd. Semoga semakin kedepan koleksi bertambah, apalagi petugasnya helping banget kasi info juga lengkap, top.

Saya sih betah lama-lama di dalam apalagi di lingkungan mall jadi udah pasti rapih dan bersih.

Selamat berlibur.

Advertisements
(Sengaja) Main ke Jakarta Aquarium

Kala demam

Ini cerita minggu kemarin, alhamdulilah obat sudah habis, anaknya sudah bisa tertawa lagi (yang penting).

Kala tiba-tiba anget sore setelah tidur siang, berusaha tenang tapi tetep panik. Iya saya yang masih trauma sama anak sakit emang gak bisa berusaha tenang kalau mulai menunjukan hal-hal tersebut. Kadang Kala suka anget pagi-pagi kalau malamnya tidurnya keganggu atau tidak nyenyak. Tapi ini sore demamnya. 37,7c mungkin buat sebagian orang ini masih “cemen”, gpp beda orang beda pembawaan. Yang saya raba yang anget itu “cuman” kepala dan bagian perut ke atas, tangan dan kaki suhunya biasa (dingin).

Yang bikin worry Kala sedang tidak batpil, batuk dan pilek kalau lagi nangis. Nah, 2 minggu ini di kelas Arka terutama hampir setengah kelas sakit. Awalnya tentu saja dari demam dan sebagian ada yang batpil kemudian demam. Dan saya beserta ibu-ibu yang lain sempat menengok anak-anak setengah kelas. Ada yang kena virus tapi cek typus dan Db negatif sampai keluar rumah sakit besoknya masuk kembali, ada yang typus 2 orang sisanya demam karena virus. Namanya emak-emak parno ya kepikiran kesana juga. Tapi semoga bukan. Bukan virus seperti itu.

Saya coba kompres, tapi ternyata si suhu selain turun naik bikin rewel tengah malam. Karena gak punya stok parcet yang buat bayi, saya baru bisa kasi esok harinya. Arka lagi “maunya” sama mom nya, dan pas banget pap lagi ada kerjaan yang mana gak ada di rumah 12jam. Jadi pagi saya anter Arka sekolah sampai rumah pelukan lagi sama Kala, nanti jemput lagi, kasi makan Arka lalu pelukan lagi sama Kala.

Demam pun masih sama kepala, badan ya kadang kaki tapi signifikan memang kepala. Suhu dari 37,3-38,7. Gak perlu nunggu 38,5c karena Kala rewel sekali hanya mau digendong. Sedangkan Arka lihat begini tambah bikin “kesolehan” sendiri.

Pap sampai ke rumah sudah lelah, saya paham banget ini tapi badan saya pun sudah tidak bisa kompromi lagi. Jadi pas pap dapat tidur 2jam saya minta gantian saya tidur, karena besok masih harus bolak balik urus Arka dan jagain Kala. Awalnya bisa tidur lagi, tapi keesokan hari Kala gak mau sama papnya. Ada waktu saya akhirnya tidur setelah subuh lumayan ngecharge sebelum nganter Arka lagi.

Malam itu Kala tidur enak, gak kebangun nangis karena saya langsung sigap nyusuin. Tapi kepala ko tambah panas, ternyata suhunya tinggi sekali. Aduh saya mulai stress lagi, udah minta ampun terus sama Allah, kalau kami (saya dan pap) mungkin sedang ada selisih dan belum selesai (tapi alhamdulilah sedang baik-baik saja), atau ada janji ke Anak-anak yang belum terkabulkan, mungkin menyakiti orang lain atau karena kami lupa bersedekah.

Jadi demam Kala mulai naik kalau sudah waktunya minum obat, karena berjarak 4-6 jam kan. Kalau Arka pulang sekolah, Kala bisa lupa sama demamnya bercanda tertawa, tapi dia akan murung kalau Arka sekolah. Lucu ya.

Karena sudah hari ke 3, saya mesti cek Kala ke dokter kan? Alhamdulilah pas Arka libur sekolah karena gurunya ada pelatihan jadi bisa pagi-pagi ke RS biar pap nya bisa langsung ke studio kerja lagi.

Dsa biasa ada jam 10pagi sedangkan pap jam 10 mesti ada di studio, akhirnya pilih dokter paling pagi aja.

Dokter cek Kala semua, tidak sedang radang (karena memang tidak batpil), gigi pun masih jauh katanya (iya gigi Kala masih matic), dokter akhirnya beri rujukan untuk tes darah (lemes shay).

Yang bikin lemes itu pas di kasir, saya gak percaya harus mengeluarkan duit yang bagi kami (gak ada asuransi kantor karena memang bukan pegawai kantoran) besar. Uang yang kami bawa saja buat test lab nya aja masih kurang gimana mau bayar jasa dokter kan. Pas dicek ternyata dokter merujuk tes lengkap, tes darah, typus dan DB. Akhirnya ya mau gak mau minta tolong sama adik, dokter bilang mau ditungguin. Jadi saya diem lama di depan kasir sambil nunggu adik saya jalan ke Atm dari kantornya di Jakarta.

Selesai bayar (belum obat) kami langsung ke labotarium. Arka ngumpet, pap pegang Kala, saya menangis.

Sampai kami di tahap ini lagi, anak diambil darah, flash back kembali.

Menunggu hasil saya ke nursing room sambil gendong Kala yang pagi itu memang sudah lemas, pikiran kemana-mana membayangkan hasil, alhamdulilah dukungan banyak doa pun teriringi karena saya sempat update status. Kemudian saya menangis tanpa suara sejadi-jadinya sambil memeluk Kala. Hancur hati saya, patah hati. Bayi 10bulan sudah bertemu dengan suntikan buat diambil darah meski anaknya gak berontak tapi hati saya, ah sudahlah.

Hasil sudah ada saya buka, meski gak gitu ngerti tapi alhamdulilah Typus dan DB Kala negatif. Saya kembali ke ruangan suster ternyata dokternya sudah pulang (ah dok, kelaman ya saya shock di kasir jadi dokter gak mau nungguin saya). Suster menelfon dokter memberi tahu hasil lab dan diserahkan ke saya resep yang mesti ditebus. Iya ada bakteri di darah Kala mungkin virus. Dan dokternya memang sudah siapkan resep di buku kesehatan Kala.

Sambil nunggu obat, saya foto hasil lab kirim ke Tita (dokter mylaff aku), Tita bilang masih taraf aman memang tidak sesuai dengan hasil rujukan tapi tidak menjurus kemana-mana. Alhamdulilah.

Dapat antibiotik dan anti virus buat daya tahan tubuh, karena parcet nya saya sudah punya tidak saya tebus.

Tapi di rumah Kala masih demam saja, antibiotik sudah dikasi tapi suhu dia naik menjelang waktu diberi obat. Hari ke empat masih demam hari ke 5 saya berinisiatif ganti merk paracetamolnya, saya kasi 2 merk ke Tita dan Tita pilih sama kaya pilihan saya. Ke apotik beli, sabtu ke minggu Kala mulai segar dan alhamdulilah setelah hari ke 5 demam dia berangsur segar. Mungkin efek si parcet yang diganti juga yang warnanya mengingatkan saya akan thai tea nya d*md*m.

Jadi ingat ada jenis demam yang berlangsung 5 hari, tapi tes darah dll normal atau tidak membahayakan. Ya mungkin Kala termasuk seperti ini.

Sudah ya sayang, jangan sakit lagi, kembali semangat, kembali nafsu makan (yang hilang setelah mulai kosumsi obat AB), kembali ceria lagi.

Kala demam

Manasik haji anak TK

Kain ikhram gimana ya cara pakainya? Kaya pernah baca postingan temen yang pernah manasik, isengku bertanya:

“Mommy minta foto Kenzie dong pas manasik?”

“Foto pas pake kain ikhram apa pas manasiknya?

“Kain ikhram mah kenzie failed, anaknya gak mau pake jadi pake sweater, seksi ktnya” *nak anak kan ya

Duh, jangan-jangan Arka bakal begini soalnya Arka sama Kenzie rada mirip sifatnya. Mommy Kenzie pun menguatkan imanku dengan bilang “gak Arka mah soleh”.

Soleh?

Pagi ini sukses pakai kain ikhram dari rumah, penitiin sana sini biar gak kebuka, pakai kaos dalam tapi tangan sebelah kanan gak disangkutin karena area terbuka memudahkan buat lempar jumrah. Pakein sweater, berangkat ke sekolah dengan percaya diri yang tinggi (emaknya), denger kabar mau digabung 2 TK asuhannya kepala sekolah Arka, alhamdulilah gak. Kebayang rame, parkiran penuh, ini aja yang bawa mobil, dimohon parkir di luar. Exictednya juga mau pake hijab kembaran sama ibu-ibu biar fotonya bagus (sah jadi mamak2 punya barang seragaman).

Sampai sekolah, duaaaaaar!!

Anaknya mulai keluar solehnya, langsung mewek melihat teman-temannya sudah siap ber-ikhram dengan lengan terbuka, seketika doi nangis kenceng, berontak, minta pulang langsung lari ke parkiran (ah u named it, mamak berusaha tegar).

Namanya anak-anak Arka begitu yang ada diketawain, tambah kenceng nangisnya, padahal muka mamak udah kasi kode “udah ya jangan dideketin dulu, bla bla bla” tambah berkerubung. Sampai doi stanby diatas motor, ya bilang aja “mamih gak mau berdiri di situ tar ada ulat bulu jatoh gimana?” Anaknya bergerak (alhamdulilah) pindah ke tempat lain buat terusin nangisnya.

Guru turun tangan merayu doi tambah kejer, ampe kepala sekolah pun merayu tak mempan. Luar biasa. Bawa ke kelas, tambah makin menjadi nangis di ubin, hahaha. Rayuan maut semua udah dikeluarin, janji-janji manis sempet bikin goyah tapi dia keukeuh mau pulang.

Kesabaran mamak yang seluas samudera pun rontok, akhirnya pas ibu-ibu mulai sibuk nyobain kerudung baru langsung aja ikut cuekin Arka, tetep kejer di luar kelas, temen-temennya uda pada baris.

Akhirnya aku keluar mencoba untuk nego, boleh pake sweater tapi ikut manasik ya, eh dia mau. Udah gitu aja langsung serah terima ke bu guru, dipasangin syal dan tas isinya kerikil (koran dibuletin kecil-kecil).

Juru foto ada dimana-mana sebagai mamak eksistensi tinggi mikir gimana caranya ini sweater dibuka biar foto manasik doi berhasil. Akhirnya bilang “tar kalau panas dibuka aja sweaternya ya!” Doi geleng-geleng. Hahahaha.

Akhirnya setelah muterin Kabah di gedung serba guna doi mulai kegerahan. “Ka, dibuka aja sweaternya, panas tar bau keteknya”, terus dia mau. Udah gitu aja hahaha.

Setelah itu semua proses dia semangat gak inget tadi dia drama kaya apa, hahahaaha.

Manasik haji anak TK

Potty training Kala

Sudah? Baru sebatas BAB. Awalnya karena iseng, bawa ah ke kamar mandi duduk di situ, eh berhasil. Hari berikutnya berhasil, kemudian di PHP in hahaha.

Alarm doi ini masih banyak yang belum ngeuh yang akhirnya ya udah keluar duluan di pospak, hahaha. Ya kadang kalau kebangun jam 3 atau 4 pagi suka gak tega bawa-bawa dia ke kamar mandi kadang ya luluh biarin aja, kadang ngeluarinnya aja dia sambil merem, kasian. Hahaha. Kalau sudah jm 5 sih bawa aja uda kuat emaknya duduk nungguin.

Jadi Kala sukses pup di kamar mandi pas doi 8 bulan. Alhamdulilah.

Potty training Kala

Mari kita sukseskan program pemerintah untuk imunisasi MR

Pas ada ini langsung susun strategi buat Arka karena dia kan penakut, terakhir suntik tahun lalu, pasti uda lupa rasanya. MR ini campak dan rubbela, Arka campak sudah, MMR juga sudah tapi kok vaksin lagi. Anggap aja booster, tahun depan jadwal booster si MMR tapi kondisinya masih kosong di mana-mana, ya kenapa gak ikut program pemerintah yang oketa ini.

Vaksinnya di sekolah, beberapa kali on off  kondisi badannya sama batpil, pas mendekati hari H sibuk jaga makan sama kesehatan dia, masih batuk tapi jarang, ya selama gak demam kan? Lagi pula anaknya juga masih aktif. Pas hari nya banyak teman Arka yang gak masuk, pokoknya perubahan cuaca bikin tumbang satu persatu sama batpil dan demam, jadi pasti ganti-gantian gak masuk sekolah. Ya cuma disounding aja mau disuntik, sakit (kan emang sakit) sedikit abis itu ilang rasanya. Ketakutan tapi bisa dialihkan. Orang tua disuruh hadir tapi tak boleh menemani pas disuntik, urusan bu guru aja sama dokter.


Emaknya yang pada heboh pas anak-anak mulai dipanggil, sibuk dokumentasi, hahaha. Alhamdulilah aman, malamnya pun langsung loncat-loncatan.

Adiknya gimana? Bulan ini Kala 9bulan sedangkan program pemerintah hanya sampai september, galau sist hahaha. Pas ke posyandu awal bulan september umur masih 8 kan, pas anak-anak kembali jajan di dokter pun akhirnya ketemu dr Frecil, tanya dong eh di sana vaksin MR sudah habis, dianjurkan campak saja nanti 15bulan langsung MMR kaya Arka begitu beliau bilang. Oke lah.

Gak lama berselang beberapa hari ada posyandu kan, diberi tahu terakhir program di daerah sini itu tanggal 13-14 oktober. Wah langsung deh berusaha bikin Kala sehat yang mana lagi drop karena virus bolbal sama Arka. Tanggal 13 kebetulan mau ke Jakarta, udah minum obat tapi si dahak kayanya bandel banget, napas masih susah, bunyi dan si pilek pun aduhai, gak demam sih yang menurut kita bisa kali vaksin.

Datang ke puskesmas ditolak cyiin, pedih. Sudah terakhir program ditolak. Beklah disehatin dulu aja tar kalau emang kudu campak lanjut MMR ya tak apa-apa. Dengar info si campak udah ditarik sama pemerintah dan mau diganti sama MR bulan depan, masa sih? Tanya sepupu yang bidan eh bener. Di puskesmas dia pun sudah ditarik. Doanya semoga bukan wacana bulan depan sudah ada vaksinnya di puskesmas atau di bidan yang biasa Kala vaksin.

Rezeki emang beberapa hari lalu lihat postingan bidan sahabatku, vaksinnya tersedia, tapi tiap hari sabtu, pas banget pas pap kosong jadwalnya, langsung deh cuss.

Beres dua-duanya. Alhamdulilah.

Mari kita sukseskan program pemerintah untuk imunisasi MR

Arka masuk TK

Woooossshh….

Udah lama banget gak nulis-nulis, disimpen tapi tak disalurkan, pedih eiym.

Tahun ini Arka menuju pendidikan yang “serius”, yang dulu kan kelompok bermain aja plus mogok lama kan, nah ini jadwalnya 5 hari setiap minggunya. Dulu sih sekolah Arka Sabtu tetap masuk, tahun ajaran Arka sekarang sabtu libur. Alhamdulilah.

Sekolahnya gak jauh dari rumah, naek selis (sepeda listrik) ahaay dibeliin ini sama pap buat antar jemput yang mana semenjak bisa selis terus belajar motor jadi gampang banget (matic tapi) eh si selis nganggur. Tapi sekarang dipakai lagi. Perjalanan sekitar 10-15 menit naik motor, naik selis bisa 20-25menit kalau lewat dalam.

Lumayan kan ya? Hahahaha. Kenapa pilih sekolah ini, ya karena anaknya minta jauhan sekolahnya. Di komplek ada 4 sekolah dia geleng-geleng semua. Mungkin yang di komplek karena ambil di perumahan sekolah pun ya kaya perumahan. Mungkin dia terbiasa lihat SD negeri di deket rumah kali yang luas. Pas iseng dibawa ke sini langsung minta sekolah di sini. Alhamdulilah Akreditasinya A. Sekolah konvensional bukan yang modern dengan sebutan “miss” hohoho. Panggilnya ya “bu guru”. Jam sekolah Arka tergolong lama dari jam 7.30 sampai 11.15. Kalau lihat yang dekat rumah masuk jam 8.00/8.30 pulang jam 11, Arka berangkatnya bisa bareng anak SD. Mungkin emang diprepare buat persiapan sekolah yang full day kayanya. Kan kalau SD negeri deket sini sekolahnya berbagi waktu.


Hari pertama kegiatannya hanya perkenalan dan menerbangkan balon. Hari kedua mulai drama pagi nya gak mau pakai seragam, ketiga, keempat baru lancar. Alhamdulilah.


Sekelas 18 orang laki-lakinya 5, 2 pendiam 3 aktif, sisanya perempuan. Siapa yang pendiam, tentu saja si jago kandang, hahaha. 

Setelah 4 bulan sekolah atau setengah semester banyak perubahan di diri Arka. Tiba-tiba suka nyanyi, bisa ngaji (hahaha), dan banyak lagi. Yang awalnya kalau baris mau masuk drama gak mau, sekarang tanpa disuruh sudah baris. Sekolah Arka bukan sekolah agama tapi mayoritas memang muslim. Jadi sebelum belajar anak-anak dapat giliran mengaji, tiap jumat juga praktek sholat (yang belum pernah praktekin di rumah). Semoga semakin membaik.

Pergaulan Arka gimana? Karena laki-laki cuma sedikit sempet jadi kawatir sih. Pas awal-awal masih nungguin dia ya main sendiri, ternyata sampai sekarang juga gitu. Ya tergolong mandiri lah ya gak bergantung sama orang lain kalau berteman. Jadi dia bisa asik sendiri, atau main bareng sama teman perempuan atau malah sama lain kelas. Anaknya enjoy aja. Semoga seterusnya begitu. 

Hasil tengah semester juga banyak kemajuan. Awal bulan kemarin orang tua murid diwajibkan ke sekolah lihat hasil belajar anak-anak sementara mereka lomba mewarnai. Dasar buibu norak kita asik fotoin semua hasil masing-masing anak. Bangga semua. Alhamdulilah.


Yang lebih membanggakan itu soal mewarnai. Awal-awal gurunya lapor, Arka paling susah disuruh mewarnai, kalau lihat hasil awal dia mewarnai pingin ketawa, doi garis-garis aja gambarnya. Pas bulan september sudah mulai kegiatan ekskul mewarnai tangannya makin lihai, buku mewarnai dulu gak pernah dilirik habis langsung. Alhamdulilah ya.

Arka masuk TK

Pasca lahiran part 2

Lagi rame di social media isi quesioner tentang cerita anak2 dari hamil sampai lahir. Gak tau awalnya gimana ada yang all about your baby first born ada yang Alla about your babies born. Ya iseng ikutan tapi gak mungkin anak pertama aja kan, semuanya biar adil.

ALL ABOUT YOUR BABIES BORN 👶

1. Epidural? No . Sc itu spinal kan ya? Eh apa epidural? 😂

2. Father in the room? No

3. Induced? No

4. Normal? No

SC semua karena minus mata diatas 9 dan retina yg uda ga oke kondisinya

5. Due Date? 

Queena : 25 nov 2010

Arka : 12 April 2013

Kala : 25 Januari 2017

6. Birth Date? 

Queena : 10 November 2010

Arka : 4 April 2013

Kala : 5 Januari 2017

7. Morning sickness? 

Queena sampai sebelum lahiran

Arka masuk 3 bulan stop

Kala masuk 5 bulan stop

8. Cravings? 
Queena : sepatu converse (berujung gak dipake karena sempit)

Arka : mie ayam kampung

Kala : cilok, cimol, cakue

9. Kilos gained? 
Queena : 9 kg

Arka : 11 kg

Kala : 6 kg

10. Sex of the baby? 
Perempuan

Laki

Laki

11. Place you gave birth : 
Rs Kartika Pulo mas Jkt

Rsia Tambak Jkt

Rs santosa kopo

12. Hours in labor room? 
Sejam an lah, 15 menit keluar bayi.

Queena : smooth

Arka : epidural ga mempan jadi merasakan pas dibelek, jerit2an di ruang operasi tapi berhasil sampe beres operasi sambil nangis sm istigfar

Kala: Rada lama karena sekalian steril

13. Baby’s weight? 
Queena 2,8 kg

Arka 3,1 kg

Kala 2,7 kg

14. Baby’s Name? 
Fathisya Queena M

Arkananta Naufal M

Kalasenja zinan M

15. How old is your baby today?
Queena (Almarhumah)

Arka 4th

Kala 4 bulan

16. Most memorable event during pregnancy? 
Queena : Masih kerja ditempatin di ruko kantor cabangnya yg kamar mandi dilante bawah, setiap hari bisa muntah sampai 5x dikantor turun naik buat muntah.

Arka: Trimester awal selalu nangis tiap hari karena keingetan Queena (Queena wafat mei, juni lepas iud, Juli haid terakhir)

Kala: masuk bulan ke 5 dikasi hormon yang bikin badan penuh bekas luka karena gatal sebadan2 ampe ke dokter kulit, ilang masuk bulan ke 7 tapi bekasnya gak ilang sampai sekarang. Dan lahiran di 36w setelah dapat rujukan dari puskesmas malamnya lgs tindakan karena sering mules dan posisi kepala bayi yg miring.

17. Who is the obgyn? 

Queena & Arka : Bidan Setyanah di Utan kayu mau lahir rujuk RS buat operasi

Kala: Dr Leri (graha bunda) dan bidan2 di puskemas kopo, Dr Yane di Santosa Kopo

Come on mamas! Let’s hear your story! Copy and paste. Change my answers to yours.

❤️❤️❤️❤️


Gegara ini keingetan belum nulis pasca lahiran yang dialami dari bulan Feb – April. Jadi 40 hari setelah lahiran dokter sempat berpesan sewaktu kontrol seminggu pasca lahiran “bu kalau ada benang dibiarin aja ya nanti menyatu ke kulit”. Nah awalnya dari sini nih, ada semacam simpul di tengah jahitan operasi yang hampir menyatu dengan kulit tapi kalau dipake duduk pasti sakit. Dicek lah sama temen saya yang kebetulan dokter, selama ini juga selalu konsul sama dia. Akhirnya pas lagi arisan dia bawa peralatan medisnya dan terjadilah operasi kecil (biar drama) pemotongan si benang operasi terus dicabut dari kulit. Jangan tanya ya sakitnya kaya apa. Setelah itu rasanya ya enak gak ada penghalang. Tak lupa dibekali Nacl dan salep antibiotik, pesannya jangan lupa sering dibersihkan terus dikasi betadine.

Akhir bulan Februari mulailah terjadi yang bikin saya parno, di sekitar jahitan saya mengeluarkan darah. Memang sebelumnya terasa sakit dan perih pas sengaja diraba ya itu ada darah. Lapor teman disuruh bersihin kasi betadine lagi. Darah pun berhenti. Bulan Maret terjadi lagi, ini pasca ditinggal pap tour 10hari dan mama yang harus ke Jakarta karena adik sakit Cacar. Ya karena memang belum pulih benar, urus anak 2 dan rumah membuat si darah kembali ada dan di 2 titik. Inget banget saya itu di atas jahitan. Setelah pap pulang saya memutuskan kembali ke Rumah Sakit tanpa rujukan karena surat rujukan berlaku 1 bulan saja. Setelah curhat ini itu Dsog cerita “karena ibu sudah 3x sc benangnya gak bisa benang biasa. Kalau benang biasa sebulan pemulihan juga bisa jadi saya kasi yang bagus tapi pemulihannya lama sekitar 3 bulan. Metabolisme di usia ibu pun mempengaruhi cepat atau tidaknya jahitan di dalam”. 

3 bulan cyin, ini sebulan lebih keluar darah ampe 2x. Beliau bilang ini bukan di bekas jahitan tapi di atas di lapisan perut. Efek 3x sc dan saya punya bakat keloid jadi beliau putuskan untuk buang keloid dan ambil jaringan perut baru. Jadi darah ini keluar kaya jerawat gitu di perut ya mungkin karena saya kurang bersih atau lembab karena termasuk lipatan.

Beliau bilang hasil jahitan bagus dan saya bilang kok kaya ada yang nusuk ya benangnya mungkin? Dan dokter pun melakukan tindakan. Kembali saya merasakan dicabut benang dari kulit perut tapi yang ini lebih sakit dari yang pertama. Di ruang dokter pun saya teriak-teriak.

Diresepin salep anti lengket tapi pas coba tebus ternyata harganya gilani hahahaha. Jadi saya gak tebus. Tindakan potong benang dan cabut juga lumayan biayanya.

Seminggu pasca itu sudah tak sakit lagi kalau duduk, iseng meraba malah ada benang panjang keluar dari jahitan. Ampe terucap “ya Allah apalagi sih ini”, mau balik lagi males ya, tar tindakan lagi duitnya juga gak sedikit. Akhirnya ngikutin saran temen tetap dibersihkan pakai betadine dan diberi salep anti biotik versi generik. Beberapa hari kemudian iseng raba ternyata ada 2 benang yang keluar ya kalau dirasa sekitar 3-5cm an gitu. Jadi di posisi kanan kiri ada benang menjulur keluar dari jahitan.

Stres. 

Akhirnya pertimbangan tindakan sebelumnya terus mikir rada jauh prepare lah ini itu. Rencananya mau ke puskesmas laporan ini jadi kalau memang ada tindakan besar kan bisa dapat rujukan lewat BPJS. Berangkat pagi-pagi, rombongan diajak semua sampai saya bawa pompa dan botol jaga-jaga saya mesti menginap karena tindakan. Pokoknya pikiran udah kemana-mana deh.

Pagi ke sana, dicek ini itu terus bidannya inisiatif manggil dokter jaga di puskesmas buat lihat benang yang keluar ini.

“Gakpapa ini bu? Dipotong aja ya”

What?

Ya udah bener dipotong doang si benang yang keluar. Dan kata mereka semua jahitan saya bagus. Benang di sebelah kiri tiba-tiba bisa diambil. “Ini lepas sendiri bu jadi gak papa”.

Ya udah gitu aja. Dipotong benang kanan yang kiri lepas sendiri. Gak perlu ke RS gak perlu dikasi rujukan. Pulang.

Ternyata gak sampai situ. Awal April si benang keluar lagi, di tempat yang dipotong kemarin si benangnya. Udah males kan ya? Pusing, hopeless. Ya uda saya biarin, cuma tiap habis mandi dikeringin kasi betadine. 

Adakali seminggu pas iseng saya raba, eh si benang rontok.


Dan setelah itu sebulan kemudian gak ada cerita lagi ada benang keluar, semua baik-baik saja sampai sekarang. Alhamdulilah. Mungkin benar kata dokternya pemulihan memakan waktu 3 bulan. 
Pesan kepada wanita yang harus melahirkan secara sectio berturut-turut? Jangan centil, jangan kebanyakan tingkah. Sadari diri jangan memaksakan melakukan semua meski terpaksa. Karena di dalam badan kita ada jaringan yang sedang masa pemulihan.

Pasca lahiran part 2