(Sengaja) Main ke Jakarta Aquarium

Ada di list plan liburan semester ini, tapi masih maju mundur sama lokasi di Jakarta dan harga tiket masuknya. Ya namanya manusia tetap Allah yang kabulkan, mendadaklah kami ke Jakarta karena suatu hal. Sebelum kembali ke Bandung mampir dulu, bukan mampir karena sejalan tapi diniatin dari timur ke barat balik lagi ke timur langsung arah Bandung.

Lokasinya di mall yang tetanggaan sama Taman Anggrek dan Central park, malah ada kejadian yang bikin malu karena insiden si mall tetanggaan ini.

Tiket masuk 175k/org yang standar dan 225k/org buat yang premium. Premium ini buat 4 jam di dalam plus nonton 5D. Anak-anak di bawah 120cm biayanya 75k. Oia, bisa sea track juga di sini, jalan dibawah air, biaya kalau dari loket depan include semua 500k, tapi kalau sudah di dalam terus berencana mau masuk ke dalam aquarium biayanya 350k. Sering-sering cek website travel promo suka ada info diskon.

Rencana sih cuman berempat udah dihitung-hitung taunya meleset karena Uti ikut juga. Gpp biar mamah jd kekinian masuk sini.

Tempat ini satu naungan sama Taman safari, ya sebut saja taman safari yang di Cisarua, Pringen, Bali jadi kalau a lil bit pricey ya wajar lah ya. Begitu selesai bayar tiket masuk kita dipersilahkan sama petugasnya buat foto-foto di booth yang sudah disediakan. Karena 3 dari kami templatenya gak gitu suka sama foto jadi ekspresinya pun gak exicted.

Pintu masuk semacam lorong gelap dengan nuansa biru, ya semacam underwater tapi bikin Arka malas masuk ­čśü. Karena ini Konsepnya aquarium jadi binatang-binatang pun ya di dalam aquarium, ada beberapa hewan yang unik ditata seapik dengan latar kayu dan daun-daun dengan teknik aquascape. Ada petugas merangkap jadi guide yang tak sungkan memberi informasi apalagi kita butuh jawaban, di depan setiap tempat binatang ini ada semacam (gadget) tablet info yang bisa disentuh tentu saja jadi mempermudah kita dan menambah wawasan tentang binatangnya itu sendiri.

Ada space kecil yang kita bisa berdiri dibawahnya ada ikan-ikan berenang, tenang kata petugasnya gak akan pecah karena terbuat dari aqlyric yang sangat tebal jadi bukan dari kaca. Bisa sampai 1 ton kekuatannya. Ya tetap saja jiper berdiri di atasnya.

.

Jakarta Aquarium ini terdapat 2 lantai, setelah puas lihat binatang kecil-kecil ada tangga menuju ke bawah dengan koleksi yang gak kalah banyak. Oia gak boleh sembarang sentuh binatang ini ya meski ukuran aquariumnya kita yang dewasa bisa dengan mudah mengapainya sebaiknya jangan coba-coba. Ada peringatan di setiap kaca aquariumnya.

Foto keluarga dulu.

Lantai bawah

<

<

Ada area touch pool juga, tapi sebelum pegang-pegang cuci tangan dulu, ada wastafel di sebelahnya. Ada jam feeding para ikan tapi kata petugasnya pas di area ini sebaiknya tidak dipegang binatangnya karena kondisinya mereka lagi diberi makan.

<<

<

Ada area art, creativity juga. Selain jual souvenir bisa juga cetak foto (bukan foto yang sebelumnya) bisa dari gadget kita sendiri dipindah ke media lain, seperti gelas, kaos, gantungan kunci. Yang bikin happy ituada jelly fish, sayang seribu sayang koleksinya sedikit sekali :(.

<

Kaya yang di Sentosa ya? (Emang uda pernah ke sana? Bahaha belum, doain aja).

<

Terdengar suara musik ternyata emang ada di spot dekat pintu keluar.

.

Dekat pintu exit ada stand cetak foto, pas iseng tanya berapa kalau mau cetak foto petugasnya bilang 160k/foto, kraaaay. Iseng lihat hasil foto sementara tadi pas masuk gak ada yang bener mukanya, ya aku lempeng ajak yang lain keluar karena sudah selesai.

Mau cari oleh-Oleh atau souvenir? Tenang, begitu kita keluar pintu langsung ke tempat souvenirnya.

.

Review dan tips mau ke sini, parkir kendaraan roda 4 itu dipaling atas. Sedangkan Aquarium ada di lantai bawah jadi sekitar 6lantai di bawah, prepare lah langsung naik lift. Resto banyak, apalagi ada resto pingo yang bisa lihat penguin di sebelah Aquarium, harganya sedikit pricey karena kami rombongan jadi cari yang murah-murah aja. Kebanyakan resto korea sih, jadi kalau mau cari yang aman di lidah lumayan jauh jalannya, terus bisa tiba-tiba sudah di mall tetangga aja.

Bagus dan keren gak Aquarium ini? Jangan disamain sama yang di daerah utara itu ya, konsepnya terlihat sama tapi beda. Namanya juga aquarium semua di”pajang” di dalam kotak kaca, edukasi pasti dapat apalagi kemudahan mendapatkan informasi dengan adanya tablet di setiap aquarium nya. Terakhir saya masuk yang satu lagi itu 2 tahun yang lalu pas mereka baru buka lagi setelah pergantian managemen, dan ya gitu aja sama kaya sebelum-sebelumnya tidak ada perubahan, jadi saya masuk ke aquarium semacam dapat hiburan baru lah.

Bagus iya, keren belum, belum sampai tahap situ karena koleksinya masih belum banyak jadi ada beberapa bagian bukan asli hanya gambar via lcd. Semoga semakin kedepan koleksi bertambah, apalagi petugasnya helping banget kasi info juga lengkap, top.

Saya sih betah lama-lama di dalam apalagi di lingkungan mall jadi udah pasti rapih dan bersih.

Selamat berlibur.

Advertisements
(Sengaja) Main ke Jakarta Aquarium

Manasik haji anak TK

Kain ikhram gimana ya cara pakainya? Kaya pernah baca postingan temen yang pernah manasik, isengku bertanya:

“Mommy minta foto Kenzie dong pas manasik?”

“Foto pas pake kain ikhram apa pas manasiknya?

“Kain ikhram mah kenzie failed, anaknya gak mau pake jadi pake sweater, seksi ktnya” *nak anak kan ya

Duh, jangan-jangan Arka bakal begini soalnya Arka sama Kenzie rada mirip sifatnya. Mommy Kenzie pun menguatkan imanku dengan bilang “gak Arka mah soleh”.

Soleh?

Pagi ini sukses pakai kain ikhram dari rumah, penitiin sana sini biar gak kebuka, pakai kaos dalam tapi tangan sebelah kanan gak disangkutin karena area terbuka memudahkan buat lempar jumrah. Pakein sweater, berangkat ke sekolah dengan percaya diri yang tinggi (emaknya), denger kabar mau digabung 2 TK asuhannya kepala sekolah Arka, alhamdulilah gak. Kebayang rame, parkiran penuh, ini aja yang bawa mobil, dimohon parkir di luar. Exictednya juga mau pake hijab kembaran sama ibu-ibu biar fotonya bagus (sah jadi mamak2 punya barang seragaman).

Sampai sekolah, duaaaaaar!!

Anaknya mulai keluar solehnya, langsung mewek melihat teman-temannya sudah siap ber-ikhram dengan lengan terbuka, seketika doi nangis kenceng, berontak, minta pulang langsung lari ke parkiran (ah u named it, mamak berusaha tegar).

Namanya anak-anak Arka begitu yang ada diketawain, tambah kenceng nangisnya, padahal muka mamak udah kasi kode “udah ya jangan dideketin dulu, bla bla bla” tambah berkerubung. Sampai doi stanby diatas motor, ya bilang aja “mamih gak mau berdiri di situ tar ada ulat bulu jatoh gimana?” Anaknya bergerak (alhamdulilah) pindah ke tempat lain buat terusin nangisnya.

Guru turun tangan merayu doi tambah kejer, ampe kepala sekolah pun merayu tak mempan. Luar biasa. Bawa ke kelas, tambah makin menjadi nangis di ubin, hahaha. Rayuan maut semua udah dikeluarin, janji-janji manis sempet bikin goyah tapi dia keukeuh mau pulang.

Kesabaran mamak yang seluas samudera pun rontok, akhirnya pas ibu-ibu mulai sibuk nyobain kerudung baru langsung aja ikut cuekin Arka, tetep kejer di luar kelas, temen-temennya uda pada baris.

Akhirnya aku keluar mencoba untuk nego, boleh pake sweater tapi ikut manasik ya, eh dia mau. Udah gitu aja langsung serah terima ke bu guru, dipasangin syal dan tas isinya kerikil (koran dibuletin kecil-kecil).

Juru foto ada dimana-mana sebagai mamak eksistensi tinggi mikir gimana caranya ini sweater dibuka biar foto manasik doi berhasil. Akhirnya bilang “tar kalau panas dibuka aja sweaternya ya!” Doi geleng-geleng. Hahahaha.

Akhirnya setelah muterin Kabah di gedung serba guna doi mulai kegerahan. “Ka, dibuka aja sweaternya, panas tar bau keteknya”, terus dia mau. Udah gitu aja hahaha.

Setelah itu semua proses dia semangat gak inget tadi dia drama kaya apa, hahahaaha.

Manasik haji anak TK

Mari kita sukseskan program pemerintah untuk imunisasi MR

Pas ada ini langsung susun strategi buat Arka karena dia kan penakut, terakhir suntik tahun lalu, pasti uda lupa rasanya. MR ini campak dan rubbela, Arka campak sudah, MMR juga sudah tapi kok vaksin lagi. Anggap aja booster, tahun depan jadwal booster si MMR tapi kondisinya masih kosong di mana-mana, ya kenapa gak ikut program pemerintah yang oketa ini.

Vaksinnya di sekolah, beberapa kali on off  kondisi badannya sama batpil, pas mendekati hari H sibuk jaga makan sama kesehatan dia, masih batuk tapi jarang, ya selama gak demam kan? Lagi pula anaknya juga masih aktif. Pas hari nya banyak teman Arka yang gak masuk, pokoknya perubahan cuaca bikin tumbang satu persatu sama batpil dan demam, jadi pasti ganti-gantian gak masuk sekolah. Ya cuma disounding aja mau disuntik, sakit (kan emang sakit) sedikit abis itu ilang rasanya. Ketakutan tapi bisa dialihkan. Orang tua disuruh hadir tapi tak boleh menemani pas disuntik, urusan bu guru aja sama dokter.


Emaknya yang pada heboh pas anak-anak mulai dipanggil, sibuk dokumentasi, hahaha. Alhamdulilah aman, malamnya pun langsung loncat-loncatan.

Adiknya gimana? Bulan ini Kala 9bulan sedangkan program pemerintah hanya sampai september, galau sist hahaha. Pas ke posyandu awal bulan september umur masih 8 kan, pas anak-anak kembali jajan di dokter pun akhirnya ketemu dr Frecil, tanya dong eh di sana vaksin MR sudah habis, dianjurkan campak saja nanti 15bulan langsung MMR kaya Arka begitu beliau bilang. Oke lah.

Gak lama berselang beberapa hari ada posyandu kan, diberi tahu terakhir program di daerah sini itu tanggal 13-14 oktober. Wah langsung deh berusaha bikin Kala sehat yang mana lagi drop karena virus bolbal sama Arka. Tanggal 13 kebetulan mau ke Jakarta, udah minum obat tapi si dahak kayanya bandel banget, napas masih susah, bunyi dan si pilek pun aduhai, gak demam sih yang menurut kita bisa kali vaksin.

Datang ke puskesmas ditolak cyiin, pedih. Sudah terakhir program ditolak. Beklah disehatin dulu aja tar kalau emang kudu campak lanjut MMR ya tak apa-apa. Dengar info si campak udah ditarik sama pemerintah dan mau diganti sama MR bulan depan, masa sih? Tanya sepupu yang bidan eh bener. Di puskesmas dia pun sudah ditarik. Doanya semoga bukan wacana bulan depan sudah ada vaksinnya di puskesmas atau di bidan yang biasa Kala vaksin.

Rezeki emang beberapa hari lalu lihat postingan bidan sahabatku, vaksinnya tersedia, tapi tiap hari sabtu, pas banget pas pap kosong jadwalnya, langsung deh cuss.

Beres dua-duanya. Alhamdulilah.

Mari kita sukseskan program pemerintah untuk imunisasi MR

Arka masuk TK

Woooossshh….

Udah lama banget gak nulis-nulis, disimpen tapi tak disalurkan, pedih eiym.

Tahun ini Arka menuju pendidikan yang “serius”, yang dulu kan kelompok bermain aja plus mogok lama kan, nah ini jadwalnya 5 hari setiap minggunya. Dulu sih sekolah Arka Sabtu tetap masuk, tahun ajaran Arka sekarang sabtu libur. Alhamdulilah.

Sekolahnya gak jauh dari rumah, naek selis (sepeda listrik) ahaay dibeliin ini sama pap buat antar jemput yang mana semenjak bisa selis terus belajar motor jadi gampang banget (matic tapi) eh si selis nganggur. Tapi sekarang dipakai lagi. Perjalanan sekitar 10-15 menit naik motor, naik selis bisa 20-25menit kalau lewat dalam.

Lumayan kan ya? Hahahaha. Kenapa pilih sekolah ini, ya karena anaknya minta jauhan sekolahnya. Di komplek ada 4 sekolah dia geleng-geleng semua. Mungkin yang di komplek karena ambil di perumahan sekolah pun ya kaya perumahan. Mungkin dia terbiasa lihat SD negeri di deket rumah kali yang luas. Pas iseng dibawa ke sini langsung minta sekolah di sini. Alhamdulilah Akreditasinya A. Sekolah konvensional bukan yang modern dengan sebutan “miss” hohoho. Panggilnya ya “bu guru”. Jam sekolah Arka tergolong lama dari jam 7.30 sampai 11.15. Kalau lihat yang dekat rumah masuk jam 8.00/8.30 pulang jam 11, Arka berangkatnya bisa bareng anak SD. Mungkin emang diprepare buat persiapan sekolah yang full day kayanya. Kan kalau SD negeri deket sini sekolahnya berbagi waktu.


Hari pertama kegiatannya hanya perkenalan dan menerbangkan balon. Hari kedua mulai drama pagi nya gak mau pakai seragam, ketiga, keempat baru lancar. Alhamdulilah.


Sekelas 18 orang laki-lakinya 5, 2 pendiam 3 aktif, sisanya perempuan. Siapa yang pendiam, tentu saja si jago kandang, hahaha. 

Setelah 4 bulan sekolah atau setengah semester banyak perubahan di diri Arka. Tiba-tiba suka nyanyi, bisa ngaji (hahaha), dan banyak lagi. Yang awalnya kalau baris mau masuk drama gak mau, sekarang tanpa disuruh sudah baris. Sekolah Arka bukan sekolah agama tapi mayoritas memang muslim. Jadi sebelum belajar anak-anak dapat giliran mengaji, tiap jumat juga praktek sholat (yang belum pernah praktekin di rumah). Semoga semakin membaik.

Pergaulan Arka gimana? Karena laki-laki cuma sedikit sempet jadi kawatir sih. Pas awal-awal masih nungguin dia ya main sendiri, ternyata sampai sekarang juga gitu. Ya tergolong mandiri lah ya gak bergantung sama orang lain kalau berteman. Jadi dia bisa asik sendiri, atau main bareng sama teman perempuan atau malah sama lain kelas. Anaknya enjoy aja. Semoga seterusnya begitu. 

Hasil tengah semester juga banyak kemajuan. Awal bulan kemarin orang tua murid diwajibkan ke sekolah lihat hasil belajar anak-anak sementara mereka lomba mewarnai. Dasar buibu norak kita asik fotoin semua hasil masing-masing anak. Bangga semua. Alhamdulilah.


Yang lebih membanggakan itu soal mewarnai. Awal-awal gurunya lapor, Arka paling susah disuruh mewarnai, kalau lihat hasil awal dia mewarnai pingin ketawa, doi garis-garis aja gambarnya. Pas bulan september sudah mulai kegiatan ekskul mewarnai tangannya makin lihai, buku mewarnai dulu gak pernah dilirik habis langsung. Alhamdulilah ya.

Arka masuk TK

Di tanggal 4 bulan 4 di usia ke 4

Selamat bertambah usia anakku, Arkananta N Midas. Usiamu sudah 4 tahun, usia untuk mengenal dunia lebih luas lagi lewat jenjang pendidikan. Yes, Arka mau masuk TK. 

Tahun ini permintaannya hanya ingin kue dengan mainan, padahal tiap tahun juga begitu mungkin gak ada yang diingat, hahaha. Karena gejolak perekonomian belum kembali stabil yang dari ngayal babu mau sekalian selametan Kala Aqiqah (yang belum tercapai juga) atau bikin goodie bag dengan muka mereka berdua pas dicek ternyata kudu pesen berapa minggu sebelum dan pas dihitung-hitung kok sayang ya. Iya sekarang jadi pintar berhitung, karena semua kebutuhan dan kewajiban berjalan bareng-bareng.

Well akhirnya diputuskan tiup lilin saja dengan teman terdekat sekalian arisan, kue bingung pesen gimana kalau hasil survey kesana kemari harganya bikin lumayan nyekek karena memang lagi gak stabil ini hahahaha. Coba tanya temen, dulu pernah bareng di Jejakecil tapi anaknya sudah lulus tahun kemaren dan tiap arisan (iya yang lama, masih dan yang baru bikin arisan) suka terima pesanan bikin kue bolu jadul yang rasanya soft enak banget terus pernah lihat postingan dia bikin cake buat acara nikah, isenglah bertanya. Minta pricelist awalnya, pas dikirimin kok rada lumayan murah ini harganya apalagi saya sudah tahu kualitas dia soal rasa. Pesen deh dengan hasil googling hastag di Instagram sesuai keinginan Arka yaitu Pawpatrol. Dari yang ada maenan sampai yang hiasannya print gambar si pawpatrol ini. 

Niatnya mau cari mainan sebelum hari H tapi setelah Arka ulang tahun kami harus ke Jakarta, jadi berujung  pake print-an deh. Tapi gak kalah kece anaknya tetap happy.


Saya pun gak minta aneh-aneh sama Uci jadi yak diatur sama dia aja. 

Arka lahir di tanggal 4 karena ingin kue saya berpikir ngapain beli kue sampai 2x. Ya sudah ajak dia makan yang pasti gak ditolak yaitu Pizza. 


Seporsi itu dia abis sendiri, gak lama hujan deras akhirnya kami neduh sekalian beli baso bihun (yang ini mom nya yang pengen). Sebelumnya sempat lewat ke toko kue berharap bisa beli ice cream dan slice kuenya tapi tutup. Tanya teman disaranin ke mom’s bakery. Cuss kesana, ngeteh bareng yang ulang tahun dengan kue rasa cokelat kesukaannya.


Anaknya happy orangtuanya ikut happy juga. Pas di Jakarta tante-tante nya juga bikin happy, kadoin 3 loyang pizza jadi langsung pesta pizza dengan saudara plus sepupu Arka.


Jeda seminggu setelah ulangtahun tiba saatnya tiup bareng teman-teman. Karena arisan saya cuman bilang Arka mau tiup lilin sekalian ya. Untuk goodiebag awalnya juga sempat follow beberapa akun yang jualan perlengkapan pesta tapi berujung gak jadi pesan karena dadakan ke Jakarta. Sehari sebelum acara mampir ke Bo*ma deh buat cari isi dan si plastik transparan sebagai goodiebag nya.

Hari H

Anaknya tidur dan pas dibangunin sudah pasti mood dia jelek banget. Ini yang belum hilang dari sifat Arka belakangan ini, kalau bangun dari tidur siang mood dia buruk banget. Akhirnya diawali dengan tangisan, pas mau acara tiup dia ngumpet, sempet dorong adik temannya, dan terus sibuk sendiri. Tapi yang bikin happy anak-anak dan buibu nya menikmati semua, kue nya juga dibilang enak, kebayar lah ya ke hectic an siapin ini itu mendadak. Makasi genk.


Dan tanggal 4 April juga kami 8 tahun usia pernikahan. Gak usahlah dibahas supaya apa semoga apa karena yak gitu aja, gak ada progresnya hahahaha. Makasi ya pap atas jerih payahmu, semoga selalu diberi kesehatan dan dilimpahkan rezeki buat istri (yang banyak mau) dan anak-anak. Aamiin.

Difotoin Arka

Di tanggal 4 bulan 4 di usia ke 4

Arka yang sedang mencari perhatian

Tak ada yang salah

Adik datang di saat kau sedang minta diperhatikan

Allah sudah atur semua

Atur kapan mom dan pap siap

Atur kapan kau siap menjadi seorang kakak

Atur segala bentuk rezekinya

Semua sudah diatur
Kau yang tak suka waktu tidur diganggu

Yang bisa tiba-tiba mendekat kemudian bersikap ingin menendang adik

Mom tahu semua Kau lakukan tanpa sadar
Dan tiba saatnya

Perasaan yang tertekan memuncak

Hanya sebuah bentakan dan pukulan tak kencang mendarat di pantat yang dilakukan bukan oleh orang tuamu mampu membuat kau seperti,
Seseorang yang lain

Seseorang yang terpancing batinnya hingga meraung-raung tanpa henti

Ucapan dan pelukan lembut ibumu pun tak sanggup menahan gejolakmu
Kau berontak

Kau berteriak

Menangis tanpa henti

Menendang kesana kemari 
Air mata ibumu pun tak kau hiraukan

Hingga pelukan yang tak dilepaskan belum mampu membuatmu luluh
Kau tetap menangis

Kau tetap meraung

Seperti ada yang merasuki

Tapi aku tahu itu bukan
Itu hanya kekesalan batinmu yang terusik

Yang selama ini kau pendam

Hingga akhirnya kau tidur

Lelah

Lelah dengan tangisan

Lelah karena pelukan ibumu yang semakin kuat

Hingga akhirnya kau tenang

Tenang karena alunan istigfar terus dilantunkan

Tenang karena denyut jantung ibumu yang semakin teratur
Maafkan kami nak

Kami masih belajar

Belajar menjaga emosimu

Belajar mengenal karaktermu
Bantu kami nak

Bantu kami ..

Arka yang sedang mencari perhatian

Cerita kelahiran Kalasenja

3 hari sebelum Kala lahir saya sempatkan periksa ke Dr. Leri dulu. Reaksi pertama bertemu saya beliau hanya berucap, “ibu kok masih berani ke sini bukannya sudah periksa ke Santosa?”. Hahahaha. Jawaban saya pun tak kalah santai “belum dapat rujukan dok, makanya ke sini dulu”.

Usia kehamilan saya pada saat diperiksa itu 36minggu lebih berapa hari, itungan saya sih 2 hari lagi sudah 37 tapi kan hasil USG selalu beda tipis. Semua alhamdulilah baik, bayi sudah 2,9 hampir 3 Kg. Terakhir cek ke beliau di usia 32-33 itu baru 1,9 kg dan saya dengan semangat mengejar minimal 3 Kg karena Arka lahir 3,1 kg. Mengeluhlah saya sudah sering mulas, pegal di sekitar selangkangan dll. Dr. Leri menganjurkan segera ke faskes biar minta rujukan dan segera diperiksa di Santosa buat menentukan tanggal lahir. 

Hari kamis, 5 Januari 2017

Faskes ramai sekali dan tergolong lama mana kali ini saya ditemani pap dan Arka, biasanya saya pergi sendiri naek angkot. Setelah mengeluh dengan keluhan yang sama akhirnya petugas medis memberi saya rujukan, alhamdulilah.


Mengunakan BPJS sebenarnya mudah hanya kita harus mengikuti prosedur yang kadang panjang. Setelah dapat rujukan saya langsung meluncur ke Rumah sakit Santosa Kopo. Mendaftar ke antrian BPJS dengan membawa foto kopi surat rujukan, ktp, kk, kartu bpjs semua 3 lembar (untuk pendaftaraan pertama selanjutnya hanya 2 lembar setiap dokumen).
Setelah urusan pendaftaran selesai dirujuk ke poli kandungan iseng bertanya dokternya ada siapa aja, pas ada nama Dr. Yanne dan diijinkan memilih, saya pilih beliau karena kebetulan Dr. Leri juga rekomenin beliau. Karena jadwalnya siang akhirnya kami makan siang dulu.

Setelah selesai makan siang kami kembali ke Rumah Sakit dan tiba saatnya saya dipanggil dan sendiri karena lupa Arka sama pap sedang kemana waktu itu, saya cuman berpesan langsung masuk aja kalau lihat saya gak ada di bangku antrian.

Dokternya masih muda, saya cerita saja tentang kehamilan keempat saya ini, kemudian di usg beliau bilang kalau semua sudah siap, bayi semua oke tapi posisi kepala si bayi rada miring ke panggul ini mungkin yang bikin saya ngilu semalaman. Dan dokter pun kasi opsi mau kapan tindakan karena jangan sampai mulas banget (saya cerita sudah sering mulas) karena nanti bisa robek spontan (vagina). Mau hari ini apa besok? Saya shock. Kalau hari ini bisa lewat poli kalau besok harus lewat igd. Saya hanya bertanya kalau masuk hari ini bisa pulang kapan dokter menjawab sabtu. Oke boleh dok, saya pilih hari itu juga dengan alasan pap ada kerjaan hari minggu. Pap dan Arka masuk ke ruangan terus saya bilang mau operasi nanti malam gimana? Pap? Sama kaget hahahaha. Akhirnya keputusan kembali di saya dan saya mengiyakan. 

Selain melakukan operasi sc yang ketiga dimana memang “jatah sc” itu hanya 3x saya berencana melakukan steril. Kenapa? Alasan pertama karena jatah sudah habis, bisa sih mau 4x juga selama kondisi rahim dan ketebalannya bagus tapi tahun ini usia saya sudah 35 berarti masuk ke usia rawan kalau melahirkan terus mau sc ke 4x gitu, ah bayangin hamil dan pemulihannya saya gak berani. Dan mau kontrasepsi terus padahal jatah sudah habis buat apa juga makanya saya bulat memutuskan ingin steril. Tapi tetap lihat kondisi “dalam” saya bisa tidak dilakukan tindakan steril. Karena steril juga tidak dijamin oleh BPJS jadi saya harus urus sendiri biayanya juga.

Setelah urus administrasi, rincian biaya dan alhamdulilah ada kamar saya disuruh test lab. Karena semua serba dadakan akhirnya minta pap buat pulang antar Arka dan jemput mama. Saya ke labrotarium sendiri sampai balik ke poli untuk pasang infus memakai baju operasi.


Sore mama, pap dan Arka datang, wajah mama tegang. Iya semua gak ada yang sangka saya langsung tindakan, papa juga masih di luar kota tapi malam itu sudah sampai Bandung. 

Saya masuk ke kamar inap yang ternyata usia 12 tahun ke bawah tidak diperkenankan masuk, akhirnya Arka sama pap di luar, sedih. 

Setelah di kamar suster melakukan test alergi, kedua kali melakukan ini sebelumnya pas melahirkan Arka. Rasanya? Sakit gila!


Jam 7 malam saya sudah dijemput menuju ruang operasi, rasanya tak sabar dan deg-degan semua campur aduk. Arka sempat bingung mamihnya mau kemana, saya cuman minta dicium dan dipeluk dan didoain semuanya lancar, minta maaf ke mama papa dan telpon mertua juga.

Di ruang sebelum ruang operasi saya lumayan menunggu lama, dokter anestesi sempat mengajak ngobrol, di sini saya merasa diperhatikan padahal saya memakai BPJS tapi semua care, saya cerita riwayat sc terakhir saya yang berujung anestesi tidak mempan dan saya merasakan kesakitan luar biasa pada saat melahirkan Arka dan saya hanya bilang “dok, pastikan saya sudah dibius sewaktu operasi dilakukan ya?”. Dokter mengiyakan.

Lama sekali tak dipanggil pas petugas menelpon dsog nya beliau masih di jalan, hahahaa lupa kayanya saya mau tindakan hari ini.

Singkat cerita saya melakukan operasi dengan smooth lancar semua, anestesi dengan beberapa titik yang saya nikmati hingga proses yang saya bilang “ko lama banget ya ini padahal bayi uda keluar”.

Kembali ke ruangan sebelumnya sudah ada pap dan cerita Arka sudah pulang dengan mama papa, sempat wa an sama papa katanya Arka sudah tidur, gak lama mama sms bilang Arka menangis dan minta kembali ke RS sekarang juga karena gak mau tidur sama uti sama kungnya. Duh, pengen nangis kali kedua saya tinggalin dia tidur tanpa saya di samping seperti waktu saya tindakan kuret dan ini akan lebih lama. Pap liatin foto Kala saya cuman bisa menangis. Saya sempat cium pas di ruang operasi tapi tak sempat IMD.


Kalasenja, lahir tanggal 5 Januari 2017 pukul 21.23 dengan berat 2,7kg dan panjang 47cm.

Ternyata dari usg 3 kilo Kala lahir dengan berat 2,7 tergolong mungil karena Queena aja 2,8 kg waktu lahir. Alhamdulilah sehat semua.

Kalasenja Zinan Mufiz. Anak kedua laki-laki yang gemar menolong, begitu arti namanya. Kenapa dikasi nama senja padahal lahir malam? Saya kadung suka dengan namanya dan berharap bisa lahir sore menjelang malam, kesampaian cuman meleset beberapa jam, hahaha.

Kala? Seperti Arka saya mencari nama yang orang lain tak susah menulisnya tanpa dobel huruf tanpa ejaan yang harus diulang. Karena nama saya saja sudah sering salah ejaan masa anak saya ngalamin lagi repotnya kalau salah ejaan. Simpel kan alasannya.

Queena ke Arka, Arka ke Kala. Queenarkala.

Cerita kelahiran Kalasenja