Bersahabat atau membenci hormon?


Hormon sudah menjadi sahabat sebenernya dalam proses kehamilan. Tapi hormon setiap ibu yang sedang mengandung pasti berbeda dengan ibu yang lain. Bukan, bukan membahas hormon yang gampang lekas marah, atau cepat tersingung, ternyata bukan itu saja hormon yang dialami. Dialami dengan saya tentunya.

Semenjak tahu saya diberi kepercayaan lagi timbul pertanyaan apakah akan mual muntah seperti kehamilan anak-anak atau seperti kehamilan sebelumnya yang tanpa ada rasa mual dan muntah sama sekali? Ternyata saya kembali merasakan muntah. Muntah yang tak kenal waktu, kadang jam 1 malam terbangun ya bisa aja saya mengeluarkan isi perut yang sebenernya sudah kosong. Rasanya pahit tentunya, saya mengakali kalau mulai terasa saya minum air putih jadi yang keluar minimal si air putih bukan cairan kuning isi perut yang rasanya pahit sekali.

Kadang sehari saya bisa 5x muntah, sampai minum air putih saja kadang memancing untuk muntah. Mencoba untuk berdamai dengan rasa ini, selama tidak diberi rasa pusing saya masih bisa kuat. Tapi ternyata ya si pusing datang juga, sudah saya tidak bisa apa-apa. Bagi penderita vertigo timbul rasa pusing tapi tak bisa berbuat banyak (baca: minum obat) rasa ini tersiksa sekali. Kalau sudah tidak kuat akhirnya menengak panad*l saja.

Sampai kapan muntah ini? Apakah sama seperti kehamilan Queena yang sebelum lahiran saja saya masih muntah atau seperti kehamilan Arka yang masuk 3 bulan saya sudah tak merasakan mual berujung muntah.

3 bulan lewat saya masih muntah, oke tidak seperti kehamilan Arka, sampai setiap ditanya kok masih muntah di kehamilan bulan ke 4 saja saya tidak bisa menjawab. Karena biasanya memasuki trimester kedua rasa ini berkurang menghilang. 

Tapi alhamdulilah memasuki bulan kelima rasanya sudah tidak merasakan lagi rasa muntah, bukan tidak muntah lagi tapi bisa dibilang tidak tiap hari.

Hormon apalagi yang menghantui di setiap kehamilan anak-anak saya?

Ada lagi, rasa gatal.

Pada kehamilan Queena saya masih bekerja dan saya merasakan gatal seperti jerawat kecil-kecil di dada. Iya di dada di selingkaran bra saja. Namanya hormon menjelang lahiran dan sesudahnya hilang. Saya hanya mengunakan sabun hijau yang bisa dibeli di apotik.

Pada kehamilan Arka beda lagi, tidak ada gatal di dada tapi di kaki. Betis ke bawah terdapat bintik-bintik kemudian menghitam dan menjadi bekas. Gatalnya jangan ditanya deh, saya aja serem lihat betis saya waktu itu. Tapi menjelang lahiran jadi tidak begitu dipikirkan pas setelah lahir Arka saya lihat betis saya kembali bersih tanpa ada bekas seperti kemarin. Hormon kan itu?

Nah yang ini gimana?

Worst! Parah? Parah sekali. Bulan awal dada mulai menunjukan gatal-gatal, saya berpikir oh jangan-jangan anak perempuan ini soalnya sama kaya waktu hamil Queena. Eh gak lama ada di paha, kemudian di lipatan paha batasan dengan panggul dan pinggul.

Bintik-bintik saja? Awalnya begitu ketika mereka bersatu mereka menciptakan motif baru. Apa itu? Seperti eksim. Iya eksim si penyakit kulit itu. Karena hanya ada di daerah situ saja ya saya biasa aja tetap mengaruk karena rasanya aduhai sekali. Tapi lama-lama muncul di tempat lain dan sekarang all over my body. Tanpa terkecuali. Kalau gatal digaruk kan biasanya kaya biduran/kaligata gitu ya, ini tidak. Seperti merintis kecil atau bintik kecil keluar dari pori yang lama-lama menghitam dan seperti terkena kutu kucing. Sudah pernah kena kutu kucing? Saya sih sudah makanya tahu bentuknya hahaha.

Tapi ini bukan karena seluruh tubuh saya ada. Gatal bagian sini kemudian rasa itu hilang timbul di tempat lain, sampai di ketiak dan lebih parah dibawah payudara saya. Mereka berkumpul jadilah seperti eksim kalau jaraknya jauh-jauh ya kaya campak atau kena kutu kucing.

Menyeramkan. Bagi saya iya, bagi yang lihat juga. Curhat ke Dr Leri beliau hanya menjawab itu hormon pake calad*ne cair aja bu. Tanya petugas medis di puskesmas sama juga diresepi bedak salic*l. Ya mau gimana tidak ada obat yang aman. Rasanya mau menengak obat pengurang rasa alergi Arka aja tapi di situ jelas terpampang tidak boleh diminum oleh ibu hamil dan menyusui.

Tersiksa tapi tak bisa berbuat apa selain mengaruk. Rasanya nikmat lah, abis itu ya timbul di tempat lain. Akhirnya saya kembali mengunakan sabun hijau lagi yang setelah mandi rasanya perih pakai banget. Jadi ketika malam dan si rasa gatal datang saya cuman bisa memohon kepada suami untuk bantu mengusap-usap atau membaluri seluruh tubuh dengan lotion cair bewarna pink itu biar saya bisa tidur tanpa rasa gatal. Ya meski rasa itu akan terus ada apalagi kalau keringetan.

Should i deal with this or not? Dont know *crying

Memasuki bulan kelima dan baru mengunakan si sabun belum seminggu saya belum bisa kasi jawaban apakah ini akan hilang atau si bintik-bintik harus menyeluruh ada di tubuh saya. Semoga tidak lama ya, tapi kalau iya memang sampai lahir semoga saya istiqomah tidak mengaruk dengan keras. Hahaha.

Hormon pada ibu hamil bisa beda-beda malah ada yang tidak merasakan. Ada loh yang gak bisa kena sinar matahari kalau kena bisa pusing akhirnya tidak keluar rumah sama sekali, atau yang keluar jerawat di seluruh muka padahal biasanya bersih atau leher menghitam. 

Yang tidak merasakan bersyukurlah, yang merasakan? Nikmatilah. Hahahaha.

Oia problem bagi sebagian ibu hamil juga masalah pembuangan alias sembelit. Sudah minum air banyak, makan buah tapi tetap saja sembelit. Atau sedang merasakan seperti saya, ambeien? Gak elit ya, tapi sakit banget loh ini.

Ini penampakan sebagian kecil si gatal. Yang bentuknya seperti eksim tidak saya dokumentasikan karena memang di daerah terpencil.



Advertisements
Bersahabat atau membenci hormon?

Bercerita tentang kehamilan

Alhamdulilah minggu ini kehamilan ke empat insya Allah anak ketiga sudah menginjak usia 20minggu atau 5 bulan. Memang hamil sudah kami rencanakan dari awal tahun lalu, banyak pertimbangan sih ya salah satu usia saya dan suami yang sudah tidak muda lagi.

Setelah keguguran dan proses kuret akhir tahun lalu, Allah memberi kami lagi hadiah terindah. Saya hamil di bulan ke lima setelah keguguran. Alhamdulilah.

Karena pengalaman “tidak mengenakan” di kehamilan sebelumnya akhirnya saya lebih hati-hati di kehamilan ini. Karena haid saya yang sudah bisa ditebak dan belum datang juga saya inisiatif membeli testpack, yang murah saja tapi bagus. Setelah beli antara bingung mau coba besok pada pagi hari atau sekarang karena penasaran. Akhirnya karena hari itu kami sedang jalan keluar bersama mama ya saya coba di toilet sebuah klinik kecantikan. Hahahahaa.

Habis menunggu hasilnya kok garis satu tapi saya langsung memasukan ke kantong dan secepatnya keluar, intip sedikit eh garisnya ternyata dua. Alhamdulilah.


Proses mencari dokter kandungan

Jujur setelah keguguran saya bingung pilih dokter. Queena dan Arka saya hanya via bidan, lahiran baru dirujuk ke rumah sakit untuk dioperasi. USG pun dilakukan di bidan (iya di bidan disediakan jasa USG sekali seminggu dengan memanggil dokter kandungan ke tempat praktek bu bidan). Kehamilan kemarin saya berdasarkan info teman saja. Bisa dibaca di blog saya sebelumnya. Akhirnya saya cup cap cup aja memilih, rumah sakit pun saya pilih karena dekat dengan rumah mertua. Pas iseng ke sana dan ada yang praktek ya udah daftar, udah gitu aja. Masalah nanti cocok atau gak bismillah aja.

Dr. Leri Septiani di rumah sakit Grha Bunda Antapani

Pertama bertemu beliau selain welcome beliau bisa mengerti perasaan saya yang pernah BO (blinded Ovu atau janin tidak berkembang) karena beliau punya pengalaman yang sama. Merasa ada yang mengerti perasaan saya dokter ini langsung jadi poin plus. Beliau menjelaskan sangat detail, sampai terus dibuat semangat karena melihat sudah ada kantung dan makanan buat kantung katanya itu sudah pertanda baik, alhamdulilah. Waktu pertama kali bertemu saya sudah 5 minggu.

Setelah sampai rumah saya mencoba browsing tentang dokter ini hasilnya nihil, tak ada review atau blog yang bercerita. Hasilnya hanya tentang pendidikan yang sudah dia lalui. Sewaktu saya konfirmasi beliau hanya menjawab “iya bu saya kelamaan belajar cari beasiswa jadi pengalaman belum banyak sekali”. Tapi memang benar penjelasan beliau enak sekali, detail dan alhamdulilahnya setiap konsul di whatsapp selalu diberi jawaban yang bikin tenang.

Ternyata mengandung di usia 34 dengan riwayat 2x sc dan 1x keguguran membuat fisik saya sedikit cepat lelah. Minggu ke 6 saya tertular flu dan batuk yang tidak bisa berhenti. Setiap batuk otomatis semua ketarik termasuk rahim. Dan si flek pun datang lagi.

Panik

Iya saat itu saya panik dan ketakutan, seperti flashback ke kehamilan sebelumnya. Akhirnya memutuskan kembali kontrol padahal Dr Leri menyarankan 2 minggu lagi untuk kembali. Pada saat kontrol saya tidak bertemu Dr Leri karena ada tindakan di tempat lain. Dicek oleh Dr lain alhamdulilah semua baik, tapi saya diberi resep buat flu dan batuk plus obat penguat yang mesti diminum tepat waktu, jam nya harus sama setiap hari selama seminggu. Si obat batuk tak mempan akhirnya saya hanya kosumsi air kencur (kencur digeprek diseduh dengan air panas diberi garam sedikit) dengan rutin. Alhamdulilah semakin membaik.

Kontrol berikutnya kantung hamil berkembang dan si janin ada. Alhamdulilah.

Kehamilan yang ini ternyata kembali bertemu dengan muntah hebat, kadang sehari bisa 5x muntah. Bulan ramadhan pun tak bisa ikut puasa karena kondisi ini.

Oia, karena biaya lahiran di rumah sakit ini lumayan, dan jarak dari rumah juga jauh akhirnya mencoba bertanya dimana saja dokter berpraktek. Alhamdulilah semoga Dr Leri jodoh saya, ternyata rumah kami berdekatan dan dokter praktek di rumah sakit yang dekat rumah yang bisa dirujuk dari faskes pertama saya untuk tindakan. Iya mengunakan BPJS. Pengalaman kuret kemarin mengunakan jaminan kesehatan yah tak salah kalau lahiran kemungkinan saya memakai lagi. Toh saya bayar tiap bulan kenapa gak digunakan. Dibalik semua cerita kalau melahirkan dengan BPJS bla bla bla, doa saya cuman bismillah semoga dimudahkan segalanya. Saya dan calon adik mas Arka selalu sehat. Aamiin.

ketika calon adik berusia 17 minggu dan sudah bisa hai ke mamih

Alhamdulilah setelah usia 16minggu gerakan adik mas Arka sudah mulai terasa, sehat terus ya nak.

Bercerita tentang kehamilan

Hai Agustus

Suuuuh suuuuuh *tiup2 debu dulu

Udah lama banget gak posting banyak hal yang pengen diceritain, ya sebelum bulan ini habis mari kita tulis memori apa yang sudah terjadi di bulan belakangan ini.

Agustus selalu bahagia, kenapa? Karena saya ulang tahun, hahahaha. Simpel banget ya? Padahal mesti sedih umur nambah kesempatan di dunia makin sedikit.

Alhamdulilah di usia saya yang sekarang Allah memberi rezeki lagi, menitipkan calon bayi di rahim saya. Cerita tentang hamil yang ke 4 yang Insya Allah anak ketiga saya cerita di postingan sendiri aja ya.

Akhir Juli salah satu teman baik saya melepas masa lajangnya. Agak suprise juga karena saya dikirimin seragam padahal dia termasuk “adik” bukan teman sebaya. Karena sudah dikirimin otomatis dijahit dan datang dong ya meski lagi mual muntah dan resiko datang ke pernikahan pas akhir pekan tidak ditemani suami dan lokasinya di Jakarta.

Karena acaranya malam saya berencana tidak mengajak Arka, jaga-jaga takut mengantuk dan minta gendong. Meskipun sampe saya pulang Arka masih On belum tidur juga. Terima kasih sepupu ipar aku udah mau dititipin Arka selama ampir 5 jam.

selamat menempuh hidup baru Gita

Tuh ya perut saya sudah melendung hahahaha, resiko hamil uda sering dengan kulit perut tebal hamil berapa bulan pun terlihat sudah besar.

Bulan ini juga jadi bulan yang gak fit, lebih-lebih Arka. Flu dan batuk sembuh datang lagi, ritme nya begitu sampai badannya mulai mengurus dan otomatis timbangan pasti turun. Sampai saya tulis ini pun dia masih belum fit dengan kondisi susah makan. Patah hati lihatnya.


Kalau sedang hamil terserang sakit tidak sembarang obat bisa diminum apalagi saya sempat flek karena batuk parah pas awal kehamilan eh ketularan lagi. Cuman bisa minum vitamin C, air putih yang banyak dan rebusan air kencur. Sempat ke puskesmas tapi si obat tidak terlalu membantu.

tiup lilin tahun ini
 
Yang tiup Arka tetep, hahaha. Alhamdulilah masih diberi umur sama Allah, diberi nikmat kesehatan dan berdoa selalu menjadi makhluk yang lebih berguna dan bermanfaat bagi keluarga dan orang tercinta apalagi di depan Allah. Kisah di balik sate padang (iya itu sate padang) diberi lilin ada ceritanya.

Saya sedang ingin sate padang tapi di tempat yang bikin saya penasaran, pas saya ulangtahun suami ada kerjaan yang mesti dibereskan otomatis pulang sore dan saya cuman rekues minta dibawain itu dan dapat bonus keripik kentang pedas yang mana enak banget plus si lilin itu. Makasi ya sayang.

Pertengahan bulan Agustus kami juga dapat undangan ulang tahun dari anak teman baik kami. Karena jatuh di hari Minggu otomatis tidak bisa bareng pap, pap menyusul pas acara sudah selesai karena baru landing dari Surabaya. Lucunya lagi pap laporan kalau dari tadi susah landing jadi mutar-mutar aja di atas hampir sejam, dan kami pun tau karena pesawat pap memang beberapa kali terlihat di atas tapi gak posisi mau landing. Karena venue bandara di Bandung yang berada di tengah kota gak heran jarak pandang pesawat dengan kita yang di bawah gampang sekali terlihat jenis dan maskapai apa yang sedang melintas.

selamat ulang tahun Fabio

Ada teman pap yang bawa kamera terus foto-foto Arka dan Raffa, dimanfaatin aja buat foto bertiga juga. Makasih banyak om Ucin.

Moment paling mengharukan juga terjadi di bulan ini. Pas hari minggu juga sahabat baik saya di Padang (iya saya sempat sekolah di sana mengikuti papa yang ditempatkan dinas di sana selama 2 tahun) datang ke Bandung dan mengajak ketemuan.

Karena sore dan dari acara ulang tahun kami memutuskan untuk pulang jadi saya memilih pergi sendiri mengunakan gojek. Mall tempat yang dipilih juga tidak terlalu jauh dari rumah. 

Inilah kami yang waktu kelas 2 didalam 1 lokal (kelas) yang sama.


16 tahun gak ketemu badan sudah pada mekar semua. Foto dengan properti salah satu junk food hahahaha, gak bukan makanan saya itu lihat dong saya cuman makan ice cream aja (pencitraan yang sempurna). Makasi ya buibu mungkin kalau bukan karena kalian gak akan naek gojek untuk pertama kalinya di Bandung. 


Akhirnya juga bisa booster vaksin Arka, selesai juga rentetan vaksin dari dia bayi yang Alhamdulilah lengkap kap kap. Meski pas vaksin kemaren doi simultan alias suntik kanan kiri, alhamdulilah banyak kemajuan kata dsa nya dari segi perkembangan Arka. Tapi karena pas vaksin kondisi di rumah sakit lagi banyak anak yang batpil besoknya doi kembali batpil lagi. Dan buruknya sampai susah untuk makan, nafsu makan dia hilang blas. Patah hati banget, alhamdulilah sudah mendingan sekarang batpilnya tinggal si nafsu yang belum datang. Yuk nak, makan enak lagi 😭

Patah hati emang karena si virus muter pas di rumah sakit akhirnya kena lagi dan berat badan yang baru naik otomatis turun lagi.

Well, thats wrap for august story.

Semoga postingan ini bisa menjadi hiburan dan manfaat. Aamiin.

Hai Agustus

Mengunjungi Taman safari Indonesia Cisarua


Pertama-tama selamat ulang tahun yang ke 40 sayang, anggap aja ya perjalanan ini ialah #birthdaytrip kamu sama Arka yang tertunda. Karena terlihat jelas kalian bahagia sekali ke sini. Hahaha.

Awalnya karena mengajak mama niat mau dari Bandung lewat Cipularang terus ke Jagorawi baru lanjut ke atas Ciawi, tapi kok kaya muter-muter. Rekues mama gak mau lewat puncak karena takut jalanan berkelok-kelok dan kabut, ya akhirnya mau juga sih karena terdekat jalur situ.

Kami berangkat setelah selesai long weekend 4 hari dan masih tersisa macet di mana-mana, hiks.

Oke ini perjalanan kami menuju Taman Safari Indonesia Cisarua dari Bandung.

Berangkat dari rumah jam 5.30 dan pemandangan di jalan sudah rame dan macet, well Kopo di hari senin pagi apa yang diharapkan? Jalanan melompong? Gak mungkin. Selain pap dan Arka saya mengajak mama dan Salimah sepupu saya yang kebetulan libur sekolah karena sekolahnya digunakan anak SMP ujian akhir.

Mampir ke sebuah fastfood untuk take away karena belum sempat sarapan langsung masuk tol sekitar pukul 6.30 keluar tol Padalarang.

Dari situ ikutin jalan menuju Cianjur kemudian Puncak dan Cisarua. Arka yang perutnya baru sedikit terisi dan dibangunin sedikit pagi agak sedikit kaget dengan suasana jalan yang berkelok, akhirnya muntah sebanyak 3x dan semua isi perut terkuras. Karena masih batuk saya selalu siapkan kantong plastik jaga-jaga ya terjadi muntah.

Sesampainya di Puncak Pass kami sempatkan berhenti untuk keluar menghirup udara.


Arka masih belum fit ternyata jadi terlihat lemas dan selalu bilang “masih lama mamih?” Huhuhu kasian.

Alhamdulilah sampai sekitar jam 10 kurang, selama perjalanan kami terkena macet 3x dan itu karena melewati pasar.


Tiket masuk Taman Safari untuk anak dibawah usia 6 tahun biayanya 140k dan 6 tahun ke atas 150k, biaya parkir mobil 15k.

Kami tak langsung masuk tapi ke toilet dulu.

eh ketemu begini di dekat toilet
Banyak bis lucu jadi kalau gak bawa mobil tapi naek umum atau motor bisa dipakai bis-bis yang sudah disiapkan oleh pihak TSI, hanya memang agak lebih lama mungkin karena bis jadi menunggu penumpang yang lain.

Dan liburan ini pun dimulai, pertama kami masuk ke area terbuka melihat binatang dengan dekat.


Memasuki wilayah yang berbahaya, kenapa berbahaya ya karena binantang buas hahaha. Dilarang memberi makan (sebenernya larangan ini sudah ada di awal cuma karena terbiasa diberi binatang yang “jinak” lebih senang mendekati mobil untuk meminta wortel), membuka jendela dan keluar dari kendaraan. Binatang seperti macan dan harimau yang “duduk anteng atau tidur” kurang begitu asyik dilihat karena keliatan seperti malas-malasan, ya mungkin mereka waktunya tidur siang, hahahaha. Setiap area binatang ada mobil patroli yang jendelanya tertutup seperti teralis.

Keluar dari area terbuka kita langsung menuju ke parkiran, dan perjalanan dimulai lagi. 

pertunjukan gajah
kereta truk?
foto keluarga

Sempat menunggu lama untuk pertunjukan lumba-lumba, petugas menunggu sampai full semua area kemudian pertunjukan di mulai. Karena membawa mama gak mungkin bisa explore taman safari yang luas banget jadi kita putuskan setelah pertunjukan lumba-lumba mencari tempat shuttle bus kembali ke tempat awal.

Tempat awal selain ada pertunjukan gajah disebelah kanan ada baby zoo. Bisa foto dengan binatang di sana, ada kereta mini juga yang bisa dipergunakan dengan membayar. Tapi karena Arka lelah dan tidur akhirnya diputuskan tidak jadi naek kereta padahal sudah mengantri, oia bisa sewa kuda poni juga di sini.

Sudah sore, stamina sudah menurun akhirnya kami memutuskan untuk keluar. Tidak banyal hal yang bisa diceritakan, karena faktor lelah dan membawa mama yang tidak bisa jalan jauh kami tidak memaksa untuk explore lebih jauh.

Over all kami puas, Taman Safari bagus banget, banyak arena bermain untuk anak-anak, apalagi untuk usia 5 tahun ke atas, akses ke pertunjukan ini itu bisa dibantu oleh shuttle truk. Mungkin akan kembali lagi kalau Arka lebih besar lagi.

Post ini dibuat dari bulan Mei, dan baru diupload sekarang, hahahaha.

Mengunjungi Taman safari Indonesia Cisarua

Untuk 5 tahun ke depan

Bikin apa sih? KTP buat Arka? Oh belum, sempat tanya ke catatan sipil di Bandung program uji coba itu baru mau diadakan di bulan Mei. Jadi kami memutuskan bikin paspor. Yeaaaay.


Awal dari rencana adik yang lagi ditugaskan di Batam mau banget ditengokin mama papa ya kali bisa diajak nyebrang ke negara tetangga. Untuk nyebrangkan harus punya paspor, diamanatkan lah saya buat antar mama papa membuat, terus saya gak bikin juga? Bikin dong, karena pap udah punya berarti tinggal saya dan Arka.

Oke begini proses pembuatan paspor di Imigrasi Bandung. Kami tidak melakukan daftar online, kenapa? 4 orang harus diisi di depan komputer dengan sinyal ajrut-ajrutan bukan ide yang bagus. 

Datanglah kami berlima termasuk pap pada hari Jumat, karena malamnya kondisi Arka tiba-tiba drop kami baru sampai kantor Imigrasi di Jalan Surapati itu sekitar jam 6.30. Antrian sudah mengular, antrian walk in dan online dipisahkan. Pukul 7 lebih pintu dibuka dan antrian mulai beriring-iringan berjalan. Karena sempat mengurus Arka yang kemudian dititip ke pap, saya terpisah 3 antrian dari papa mama. Diujung sana saya lihat Arka muntah lagi, duh.


  

pengumuman dekat pintu

 

Saya masuk sekitar jam 8.20 dibantu petugas untuk mengecek kelengkapan dokumen dan melihat ada perbedaan nama atau tidak.

Dokumen yang saya bawa, KTP, KK (kartu keluarga), Akte lahir, Buku nikah, dan Ijazah terakhir. 

Dokumen untuk Arka, KK (bareng saya tentunya), Akte lahir, KTP kedua orang tua dan paspor (paspor orang tua karena saya belum punya saya hanya sertakan punya suami), buku nikah kami.

Oia ditanya anaknya ada atau tidak, saya bilang ada sedang tidur di mobil, bapaknya ada? Kalau anak dan Bapak tidak ada saya harus kembali lagi dengan mereka. Saya pastikan nanti ketika diwawancara dan foto anak dan suami hadir.


Saya dan Arka diberi map kuning di dalam ada form yang harus diisi dan jangan lupa sertakan fotokopi dari dokumen yang saya bawa. Saya sebetulnya sudah bawa hanya hasil fotokopi bukan seperti yang saya baca di blog orang. Jadi saya putuskan fotokopi lagi. Jangan lupa bawa pulpen ya buat isi form.

Setelah terisi saya ke koperasi untuk fotokopi. Fotokopi harus di kertas A4, KTP dalam 1 lembar itu harus jelas depan belakang, jadi bukan bolak balik fotokopinya seperti yang saya bawa sebelumnya. Untuk buku nikah juga gitu hanya halaman depan yang ada foto dan keterangan nama, nama orang tua. Dokumen untuk Arka KTP orang tua harus didalam 1 lembar, jadi 1 lembar ada sisi depan dan belakang KTP kedua orang tua. Oia ada materai juga 6ribu, untuk saya 1 lembar materai di surat pernyataan dan 2 lembar materai untuk Arka karena surat pernyataannya 2.

Arka di antrian 1 dan saya di antrian 2. Dipisah-pisah ternyata, untuk antrian 1 itu,


Jadi kebayang agak sedikit lama karena loket cuma 1 dan melayani ini.

Kondisi Arka yang sedang gak enak badan akhirnya cranky, dan kebetulan suasana imigrasi sedang panas. Dari awal antri petugas udah memberi tahu kalau untuk ibu hamil, manula dan anak dibawah 3 tahun antriannya dipermudah. Ya karena Arka sudah 3 tahun ya sudah seperti lainnya.

Saat dipanggil, Arka sudah menangis, akhirnya hanya saya yang diwawancara dan dilihat dokumen yang dibawa. Setelah dicek kemudian diinput dan langsung difoto, dari awalnya udah nangis takut, ya tambah nangis hahahaha. Jadi hasil foto pun mewek mukanya. Setelah foto dipastikan lagi tentang nama, tanggal lahir sudah benar atau belum.

Selepas Arka foto giliran mama, papa dan saya. Kebetulan saya mendapat giliran di tempat yang sama dengan mama. Tanya-tanya, wawancara, foto dan cap sidik jari. Semua prosesnya cepat. Setelah foto kami diberi kertas untuk pembayaran di bank BNI dan selembar lagi untuk bukti pengambilan paspor. Proses 3 hari kerja setelah pembayaran. Tidak perlu lagi konfirmasi setelah pembayaran tinggal datang 3 hari kerja setelah pembayaran.

Untuk biaya 355 ribu dan pada saat pendaftaran ada biaya administrasi sebesar 5 ribu total 360 ribu. Waktu pembayaran maksimal 7 hari kerja dihitung dari saat wawancara dan foto.

bukti untuk ke Bank
bukti pengambilan

Karena ada proses wawancara dan foto sebaiknya mengunakan pakaian rapih, tidak bercelana pendek dan memakai sendal jepit. Untuk yang berhijab tidak mengunakan hijab berwarna putih karena background pas foto berwarna putih. Di Imigrasi sudah disiapkan jas bagi yang terlalu santai dan pasmina mungkin buat yang hijabnya putih. Daripada jadi gak nyaman mending berpakaian rapih saja dari mulai antrian.

Jam 11 proses selesai semua, setelah sholat jumat kami menuju ke Bank dan lagi ada gangguan dari pagi untuk pembayaran imigrasi ini, saya coba sampai 3 cabang hasilnya sama. Sebenarnya bisa dilakukan pas weekend banking cuman saya gak lakukan karena Arka sedang tidak fit.

Pembayaran di Bank

Saya membayar di hari senin di dekat rumah, alhamdulilah tidak gangguan.

Pengambilan paspor

Kalau dilihat dari jadwal foto rabu paspor saya sudah jadi. Kamis suami tidak bisa mengantar iseng rabu saya mampir imigrasi berharap sudah jadi, hahahaha.

Ya belum lah wong baru bayar hari senin.

Saya mengambil paspor hari senin, memang tidak buru-buru jadi saya gak masalah untuk prosesnya. Oia untuk pengambilan diberi waktu sampai 30 hari kalau tidak bisa diambil paspor akan dihancurkan. 

Pengambilan sebaiknya diambil sendiri meski bisa diwakilkan, harus ada surat kuasa dan dilampirkan materai dan ktp kedua belah pihak. Awalnya mama mau saya ambilkan saja cuman saya dan mama tidak lagi berada dalam 1 kartu keluarga dan alamat kami pun berbeda.

Yang saya bawa pada saat pengambilan itu bukti dari Bank dan bukti dari imigrasi. KTP dan KK juga dibawa jaga-jaga ditanya lagi, untuk Arka juga sama. Arka tidur di mobil jadi karena dalam 1 KK bisa diwakilkan kalau perlu hadir ya tinggal dipanggil saja.

Prosesnya tidak lama hanya menunggu antrian, saya datang juga sudah siang sekitar jam 10 kurang.

Setelah dipanggil dicek lagi nama, tanggal lahir dan tempat lahir, tanda tangan di form bukti pengambilan dan di belakang paspor. Jadi deh.

Untuk Arka juga gitu, saya cek lagi dan  tanda tangan karena data saya sebagai ibunya juga ada.

Beres. Prosesnya mudah, tidak lama dan paspor sudah di tangan.

ada di dalam lembar paspor Arka
anak bayi gak perlu tanda tangan hahaha

Untuk 5 tahun ke depan

4 April

Awalnya biasa saja (kemudian nyanyi) iya biasa aja pas ketemu sama tanggal ini, kadang gak ngerayain karena dulu emang LDR atau pas pap tour. Pas Arka lahir di tanggal ini jadi semua dobel, dobel kue, dobel kado (pap, makasi ya kadonya) dan dobel riweuh.

Tahun ini gak pake rencana apa-apa, gak ada anter-anter tetangga makanan dan kue apalagi goodie bag, gak ada. Kenapa? Ya karena krisis kemaren 3 bulan kita masih menapaki kondisi keuangan juga sih. Pas banget Maret itu bayar asuransi triwulan dan mobil kudu di servis plus ganti stnk, triple ya. Jadi ya sudah tahun ini hanya kami, orang tua saya dan adik, plus orang tua pap dan adik plus ipar.

Tanggal 4 April 2016 terjadi di hari senin, alhamdulilah pap ada kerjaan sabtu trus lanjut minggu bantu temannya launching single jadi prepare beli kue, saya minta tolong sepupu buat anter. Chelsea anter saya cari kado yang mana udah sengaja di bugdet pas telp untuk tanya harga h-1 ternyata barangnya uda gak ada dan berharap ada barang yang di mau Arka lagi. Tau nya pas ke sana ada pasutri yang borong barang terakhir yang better dibanding sisa  nya 2 jenis yang rada gak worthed kalau dibeli.

Galau, iya cari kado galau, untung ada Sali yang jaga Arka di rumah jadi sibuk bales-balesan bbm buat di acc foto mainan yang dipengenin Arka.

Sabtu nya Sali udah ke rumah bawa balon huruf dan angka, jadi yang belum kue. Kue pun murah dibeli tapi rasanya lumayan.

Dan pada hari H pap baru sampe rumah jam 6 pagi, anak bayi minta dibuka kado dan tiup lilin. Pas banget mbahkung mau pergi kerja. Dan sore nya mampir ke kakek nenek buat tiup lilin dengan kue yang beda hahahaha. Plus dapat kado dari  dan tantenya.

Trus ada 2 paket datang, yang dari Batam kirim otopet dan tante Winda kasi 2 buah kaos dengan gambar mobil, anaknya happy tak terkira.

Doa tetap sama nak di usia mu yang baru, jadi anak bahagia ya nak, berguna buat orang sekitar yang menyanyangimu, dilimpahi kesehatan dan rezeki yang tak terhingga.

Dan untuk pap, 7 tahun wow gak nyangka bisa sampai sekarang meski masih panjang perjalanan berdua menjadi orang tua yang dipilih Allah untuk menjaga titipanNya, dan semoga Allah mau menitipkan 1 lagi rezeki buat kita ya, aamiin.

Healty and stronger than before.
 

bersama kakek nenek
  
happy 7
    
    
 

4 April

10 tahun yang lalu

Beberapa minggu ini Facebook lagi ngubek-ngubek memori 5-7 tahun lalu. 5 tahun yang lalu cerita tentang Queena dan 7 tahun lalu cerita lagi hectic persiapan mau nikah.

Coba fb udah ada dari 2005 mungkin isi nya lebih alay lagi dari 7 tahun yang lalu. Dan mungkin isi nya lagi tentang kisah percintaan yang lagi putus dapat pacar lagi putus dapat pacar lagi sampe capek.

25 Maret 2006, di saat lagi patah hati, sakit banget deh yang ini ampe ada sms masuk (yoi, masih sms, telp dan mulai ada mms) ngajak kenalan. Jawab judes, orangnya jawab juga to the point. Singkat kata tanggal itu jadi tanggal pertama sms an sama pap,  sms karena doi lagi mau ke Makasar kerja sebagai soundman nya Koil, lanjut telpon dan saling kasih kabar.

Isi sms nya gini:

” hai ini sama viki, boleh kenalan g?”

Manggil nama viki uda pasti ni orang gak kenal banget.

Jawab dengan jutek, “ini siapa?”

“Ini sama yoni temannya adan”

Yes, a Adan yang notabene temen kantor pada saat itu udah berani ngasi nomer dan foto (bluetooth kalau gak salah dulu) ke calon pacar. Langsung sms ke beliau dong bilang kalau ngapain kasi nomer, masih patah hati ini. Doi jawab, “biar cepet sembuh hatinya”.

Dapat masjid deh A di surga karena jodohin saya sama si calon pacar sampai nikah.

29 Maret 2006, pertama kali kencan, jemput ke kantor yang kebetulan dekat sama rumah, minta ijin ke mama dan kencan pertama kita ke Legoh, hahaha.

31 Maret 2006 makin intens, kencan kedua, dan 3 tahun kemudian kita nikah.

Suami inget gak?

image
Udah ga inget tanggal doi juga ga inget isi sms nya. Lakik banget!

Makasi fb, langsung sadar ternyata alay udah dari awal fb lahir.

Not allowed to copy and paste photo without permission. fikih

10 tahun yang lalu