(Sengaja) Main ke Jakarta Aquarium

Ada di list plan liburan semester ini, tapi masih maju mundur sama lokasi di Jakarta dan harga tiket masuknya. Ya namanya manusia tetap Allah yang kabulkan, mendadaklah kami ke Jakarta karena suatu hal. Sebelum kembali ke Bandung mampir dulu, bukan mampir karena sejalan tapi diniatin dari timur ke barat balik lagi ke timur langsung arah Bandung.

Lokasinya di mall yang tetanggaan sama Taman Anggrek dan Central park, malah ada kejadian yang bikin malu karena insiden si mall tetanggaan ini.

Tiket masuk 175k/org yang standar dan 225k/org buat yang premium. Premium ini buat 4 jam di dalam plus nonton 5D. Anak-anak di bawah 120cm biayanya 75k. Oia, bisa sea track juga di sini, jalan dibawah air, biaya kalau dari loket depan include semua 500k, tapi kalau sudah di dalam terus berencana mau masuk ke dalam aquarium biayanya 350k. Sering-sering cek website travel promo suka ada info diskon.

Rencana sih cuman berempat udah dihitung-hitung taunya meleset karena Uti ikut juga. Gpp biar mamah jd kekinian masuk sini.

Tempat ini satu naungan sama Taman safari, ya sebut saja taman safari yang di Cisarua, Pringen, Bali jadi kalau a lil bit pricey ya wajar lah ya. Begitu selesai bayar tiket masuk kita dipersilahkan sama petugasnya buat foto-foto di booth yang sudah disediakan. Karena 3 dari kami templatenya gak gitu suka sama foto jadi ekspresinya pun gak exicted.

Pintu masuk semacam lorong gelap dengan nuansa biru, ya semacam underwater tapi bikin Arka malas masuk 😁. Karena ini Konsepnya aquarium jadi binatang-binatang pun ya di dalam aquarium, ada beberapa hewan yang unik ditata seapik dengan latar kayu dan daun-daun dengan teknik aquascape. Ada petugas merangkap jadi guide yang tak sungkan memberi informasi apalagi kita butuh jawaban, di depan setiap tempat binatang ini ada semacam (gadget) tablet info yang bisa disentuh tentu saja jadi mempermudah kita dan menambah wawasan tentang binatangnya itu sendiri.

Ada space kecil yang kita bisa berdiri dibawahnya ada ikan-ikan berenang, tenang kata petugasnya gak akan pecah karena terbuat dari aqlyric yang sangat tebal jadi bukan dari kaca. Bisa sampai 1 ton kekuatannya. Ya tetap saja jiper berdiri di atasnya.

.

Jakarta Aquarium ini terdapat 2 lantai, setelah puas lihat binatang kecil-kecil ada tangga menuju ke bawah dengan koleksi yang gak kalah banyak. Oia gak boleh sembarang sentuh binatang ini ya meski ukuran aquariumnya kita yang dewasa bisa dengan mudah mengapainya sebaiknya jangan coba-coba. Ada peringatan di setiap kaca aquariumnya.

Foto keluarga dulu.

Lantai bawah

<

<

Ada area touch pool juga, tapi sebelum pegang-pegang cuci tangan dulu, ada wastafel di sebelahnya. Ada jam feeding para ikan tapi kata petugasnya pas di area ini sebaiknya tidak dipegang binatangnya karena kondisinya mereka lagi diberi makan.

<<

<

Ada area art, creativity juga. Selain jual souvenir bisa juga cetak foto (bukan foto yang sebelumnya) bisa dari gadget kita sendiri dipindah ke media lain, seperti gelas, kaos, gantungan kunci. Yang bikin happy ituada jelly fish, sayang seribu sayang koleksinya sedikit sekali :(.

<

Kaya yang di Sentosa ya? (Emang uda pernah ke sana? Bahaha belum, doain aja).

<

Terdengar suara musik ternyata emang ada di spot dekat pintu keluar.

.

Dekat pintu exit ada stand cetak foto, pas iseng tanya berapa kalau mau cetak foto petugasnya bilang 160k/foto, kraaaay. Iseng lihat hasil foto sementara tadi pas masuk gak ada yang bener mukanya, ya aku lempeng ajak yang lain keluar karena sudah selesai.

Mau cari oleh-Oleh atau souvenir? Tenang, begitu kita keluar pintu langsung ke tempat souvenirnya.

.

Review dan tips mau ke sini, parkir kendaraan roda 4 itu dipaling atas. Sedangkan Aquarium ada di lantai bawah jadi sekitar 6lantai di bawah, prepare lah langsung naik lift. Resto banyak, apalagi ada resto pingo yang bisa lihat penguin di sebelah Aquarium, harganya sedikit pricey karena kami rombongan jadi cari yang murah-murah aja. Kebanyakan resto korea sih, jadi kalau mau cari yang aman di lidah lumayan jauh jalannya, terus bisa tiba-tiba sudah di mall tetangga aja.

Bagus dan keren gak Aquarium ini? Jangan disamain sama yang di daerah utara itu ya, konsepnya terlihat sama tapi beda. Namanya juga aquarium semua di”pajang” di dalam kotak kaca, edukasi pasti dapat apalagi kemudahan mendapatkan informasi dengan adanya tablet di setiap aquarium nya. Terakhir saya masuk yang satu lagi itu 2 tahun yang lalu pas mereka baru buka lagi setelah pergantian managemen, dan ya gitu aja sama kaya sebelum-sebelumnya tidak ada perubahan, jadi saya masuk ke aquarium semacam dapat hiburan baru lah.

Bagus iya, keren belum, belum sampai tahap situ karena koleksinya masih belum banyak jadi ada beberapa bagian bukan asli hanya gambar via lcd. Semoga semakin kedepan koleksi bertambah, apalagi petugasnya helping banget kasi info juga lengkap, top.

Saya sih betah lama-lama di dalam apalagi di lingkungan mall jadi udah pasti rapih dan bersih.

Selamat berlibur.

Advertisements
(Sengaja) Main ke Jakarta Aquarium

Ohana

Ohana means family.

Karena adik paling besar kerjanya ditempatkan di Batam kualitas dengan keluarga inti ataupun keluarga besar begitu terbatas. Pas momen pulang ke Bandung disempatkan mampir ke rumah meski sebentar. Padahal kita suka bilang gak papa gak usah dipaksa ke rumah, abisin waktu aja sama istri dan anak-anak.

Minggu kemaren kebetulan cuti seminggu, sudah banyak rencana tapi Allah berkendak lain, anaknya bergantian demam tinggi. Ketika sisa 2 hari sebelum kembali ke Batam dan anak-anak sudah sehat mengajak kami, ehm mama sih tepatnya cuman yang bisa nyetir pap, hahaha jadi mau gak mau kami diajak, papa pun disuruh ikut, jadi 2 mobil pergi menuju Lembang. Si bungsu gak ikut, dia lebih memilih tenggalam bersama dunianya dibanding kumpul kaya begini.

Perjalanan lumayan padat cenderung macet. Tujuan kita ke Farm house, adik sudah pernah kesana sewaktu baru pembukaan jadi belum ramai, kami? Belum hahaha.

Bertemu di UPI kemudian iring-iringan menuju lokasi. Sepanjang Farm house ada papan tertulis “parkir farm house mobil dan motor” wiiih kok ampe ada parkiran dipinggir-pinggir jalan yang ternyata lokasinya ya lumayan kalau jalan kaki.

Posisi Farm House di sebelah kanan kalau dari Jalan Setiabudi dan sepanjang jalan mendekati lokasi ada tali penutup yang artinya gak bisa seenaknya belok kanan menuju sana harus muter balik. Salah komunikasi pun terjadi, pas puter balik adik sudah didepan dan papa bilang dia belok kiri ke tempat parkiran umum bukan Farm House, taunya adik masuk parkirannya kami di parkiran umum, dan ditarik biaya 20k (gile). Jadi parkir di lahan punya masyarakat sana.

Tiket masuk Farm House 20k bisa ditukar dengan susu segar atau sosis. Pemiliknya sama dengan Floating Market, D’ranch atau Rumah sosis. Adik sudah membayar tiket kami dan menunggu di depan.

Pas liat langsung hilang ekspektasi, hahahaha. Penuh banget. Boro-boro mo selfie atau foto spot-spot, karena banyaknya orang melakukan hal yang sama. Di salah satu spot yang katanya “wajib” pun sampai ada antrian buat foto didepannya.

Tempatnya tidak terlalu luas, tapi bagus buat foto, gaya eropa gitu. Ada beberapa tanaman, rumah-rumah bergaya eropa, rumah hobbit, binatang (burung, kelinci, kuda dan kambing). Sudah. Karena bawa orang tua (papa mama dan besannya) terlalu crowded pun bikin gak nyaman. Jadi kami hanya sebentar disana. Masih banyak perbaikan sana sini mungkin karena masih baru.

Nanti mungkin akan kembali ke sana kalau pas mampir ke Lembang dan tidak hari libur atau weekend, jadi gak gitu nikmatin soalnya.

image
Papa, mama, besan, anak, mantu dan para cucu

image

image
Mama papa

image
image

image

image

image

image
Om nya bikin apa?
image
Di IG ditulis cuman ada di farm house

Sehabis dari sana kita cari makan ke atas, ke gubug mang enking. Ya semua juga tau kualitas makanan disana kan. Gak sempet foto-foto, hp di charge hahaha.

image
Yang bikin happy anak2, kasi makan ikan yang banyak banget

Alhamdulilah mama papa senang, cucu-cucu juga senang. Kami apalagi, makasi Wip semoga rezeki nya semakin berlimpah. Aamiin

Not allowed to copy and paste photo without permission. fikih

Ohana

Liburan awal tahun 2016

Tahun baru, awal baru, semoga menjadi semangat buat kami yang sejujurnya gak merayakan, iya emang gak biasa aja, anggap aja hari biasa cuman ganti kalender.

Tanggal 31, kerjaan pap dibatalin pas hari H karena sesuatu hal, gakpapa mungkin belum rezeki kami dan menjadi rezeki Arka bisa kumpul tidur bareng. Jadi kami bisa tidur cepat dan pas petasan dan kembang api rame, kami gak kedengeran karena sudah di alam mimpi, alhamdulilah.

Tanggal 1, menjelang sholat jum’at keluarga dari Jakarta datang. Tante beserta anak, mantu dan cucunya buat berlibur di rumah. Arka senang karena ada temannya dan seketika rumah pun ramai.

Sehabis sholat kami dan keluarga sepupu merencanakan jalan-jalan, awalnya mau ke Jendela Alam karena sudah terlalu siang dan kondisi jalan tidak bersahabat  akhirnya ke Lactasari yang berada di atas PVJ. Rencana mau pulang malam tapi sudah ditelpon sama orang rumah untuk lekas pulang karena minta dianter ke rumah kerabat papa.

image
Mama Uche dan Azqa
image
Wefie on Januari 1st

Tanggal 2, ada undangan nikah dari keluarga pap, kami beserta papa mama datang, acaranya di daerah Gatsu. Karena rencana mau ke arah Lembang setelah ke undangan, tante dan salah satu anaknya sudah ikut bareng, anaknya yang satu lagi menunggu adiknya beserta keluarganya yang sedang diperjalanan dari Tangerang menuju rumah kemudian menyusul ke Lembang bersama-sama. Papa gak ikut kebetulan tadi berangkat beliau bawa motor, jadi pulang duluan.

image
Kondangan

Perjalanan ke Lembang gak lewat jalan biasa, kita lewat Surya Sumantri kemudian ke atas potong jalan masuk perumahan. Ya sama semua macet di mana-mana, niat ke farm house akhirnya semua sudah lelah pindah haluan ke Jendela Alam.

Menghabiskan waktu lumayan lama di sana, makan, naek wahana ini itu buat Azqa, cemil ini itu juga sambil menunggu salah satu adik saya datang bersama keluarganya. Jadi judulnya keluarga ngumpul. Mama tanpa papa dan bungsu yang absen ikut tapi cucunya kumpul semua, tante beserta semua anak, mantu dan cucu-cucunya minus suaminya yang absen.

image
Azqa on flying fox
image
Ahmad fame
image
The Ismanto without Mr Ismanto

Alhamdulilah.

Jalan pulang lumayan lancar kemudian sisa waktu dihabiskan mencari oleh-oleh dan makan bersama. Terima kasih tante dan keluarga, kalau gak berlibur di rumah mungkin kami stuck di rumah aja males lihat macet.

Tanggal 3, diajak adik jalan-jalan. Sebelumnya dianter pap dulu, kemudian ditinggal karena pap harus ke Jakarta ada kerjaan, ada tragedi motor mogok dan hari ini melepas semua gaji yang didapat semalam buat benerin motor. Alhamdulilah.

image
Alby dan Arka

Semangat di awal tahun!!

Not allowed to copy and paste photo without permission. fikih

Liburan awal tahun 2016

Mengunjungi Lactasari Farm

Long weekend, libur natal menyusul libur tahun baru (baca: macet di mana-mana).

Btw, selamat tahun baru 2016 🎉🎉🎉🎉🎉

Azqa datang, yeaay! Udah lama gak ke Jakarta sebulan ini udah sering ditengok sama keluarga di sana, seneng.

Jadi plan setelah Azqa datang itu mau ke Jendela Alam, yang mana Arka udah 2x ke sana, ditawarin ya masih mau lah.

Rencana tinggal rencana semua terkalahkan oleh situasi di jalan. Pantau twitter, pap lihat waze isinya merah semua. Plan lewat tol eh lihat keluar tol macet parah, akhirnya lewat jalan biasa. Pas mendekati arah pasir kaliki langsung ketemu macet, waktu juga udah mepet sama jam buka di Jendela Alam, mikir terus mikir akhirnya nyoba ke Lactasari aja deh.

Lactasari Farm PVJ

Lokasinya di parkiran atas. Harga tiket masuk 60k/anak pendamping 10k, tapi tadi tidak dikenakan biaya pendamping. Makanan binatang sudah termasuk, seperti potongan wortel, daun dan sebotol susu. Binatangnya tidak terlalu banyak, hanya kambing, domba, sapi, kelinci, marmut dan ada seekor anjing. Karena berada di atas mall sudah dipastikan bersih tapi ya bau binatang pasti kecium. Hahahaha.

Karena sampai menjelang sore, binatang di sana sudah ada yang tidak aktif, diberi makanan pun ogah-ogahan, kenyang kayanya. Oia jam buka dari jam 10.00 sampai 19.00 wib.

But, Azqa dan Arka dapat pengalaman baru, kasi makan di atas mall hahahaa. Setelah memberi makan, cuci tangan (ada 2 tempat) diberi seplastik susu gratis ditukar oleh tanda masuk berupa gelang. Susunya enak, pilihannya coklat dan strawberi.

image
Arka dan Azqa siap memberi makan

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Not allowed to copy and paste photo without permission. fikih

Mengunjungi Lactasari Farm

Ke Dusun Bambu Lembang, lagi.

Ini kali kedua kami ke sini, Dusun Bambu Family Leisure Park Lembang, lokasinya di Cisarua, bukan dekat Floating atau d’Ranch, lebih dekat dengan Univ. Advent. Karena ada sepupu datang dan mama belum pernah ke sini, sekalian aja. Sampai sini udah siang menuju sore, jadi gak gitu banyak foto dan info yang ngebantu, mungkin bisa disearching lagi kalau untuk info, seperti biaya penyewaan rumah-rumah di pohon atau cottagenya. Karena kami gak makan di sana 😂😂😂.

image

Tiket masuk 15k/orang (3 tahun ke atas), dan biaya parkir mobil 15k (ini dibayar sewaktu keluar area/pulang). Tiket masuk dibayar di dalam dan nanti bisa ditukar dengan air mineral sewaktu pulang juga. Oia, dilarang bawa makanan dari luar, kalau kena denda 250k. Sekitar sini banyak hamparan sawah, jadi lucu buat tempat foto-foto.

image
Icon of Dusun Bambu

Setelah pemeriksaan tiket masuk kita naek pick up/shuttle warna warni yang mereka sebut wara wiri buat ke lobby, kalau kata Arka “mobil lucu”.

image

Continue reading “Ke Dusun Bambu Lembang, lagi.”

Ke Dusun Bambu Lembang, lagi.

Seaworld Ancol buka lagi?

Awalnya sih uda tau karena ipar kerja di sana, cuman menurut doi makanya lama rehat karena sesuai perjanjian kontrak setelah 25 tahun seaworld yang sebelumnya dikelola sama Lipp* harus diambil alih sama PT Jay* ancol. Jadi lumayan perpindahan si pegawai ke managemen yang baru. Baru dibuka bulan ini, lumayan peminatnya karena kita kesana beberapa hari setelah lebaran. Isi si sama aja, belum ada perubahan yang signifikan mungkin dari pihak Ancolnya jg masih adaptasi.

image
HTM liburan

image

image

image
Mama azqa
image
Mama Rafis

image

Gak banyak ambil foto, kebanyakan selfie, trus si anak bayi gak suka difoto alhasil blur semua.

image
Ketemu gita dan pasangannya
image
Kasi makan di Aquarium utama
image
Musang laut?
image
Mobil isinya ikan
image
Sepupu

Tapi ada kejadian yang “nampar” kita banget, karena mau langsung balik Bandung akhirnya barang udah dibawa semua, pas balik ke parkiran taunya mobil gak nyala, gak ada sama sekali listrik ngalir, stress. Nelp, bbm gak bisa dihubungin semua. Tiba-tiba mobil oma lewat dpn mata yang kebetulan kita parkir sebrang jalan. Sibuk pinjem alat sana sini, akhirnya ada ide dari yang bantuin di sana, diakalin akhirnya nyala. Pahala biar Allah yang bales buat semua yang udah bantu. Alhamdulilah sampai Bandung 2 jam aja dari Ancol dengan berdoa terus semoga gak mati mobilnya. Pelajaran semoga lebih hati-hati pas ninggalin di parkiran, dipastikan semua mesin udah mati.

image

Not allowed to copy and paste photo without permission.

Seaworld Ancol buka lagi?

Arka dan bis Damri

Setelah KRL saatnya mencoba bis umum, Damri Ac. Kita naik dari depan Leuwi Panjang, parkir motor di sana. Setelah menunggu 10 menit, bis datang yang arah ke Jatinangor ( Cibereum – Cibiru – Jatinangor). Kita gak sampai sana, cuma sampai Metro Margahayu biayanya 5k/orang. Karena hari Minggu kita beranggapan agak sepi, ternyata salah, huhuhu. Bis menaikan penumpang juga gak di halte, setiap ada yang mau naik pasti berhenti, alhasil ya dikit-dikit rem.

image
Bingung anaknya hahaha
image
Wefie
image
Suasana bis ke arah depan
image
Suasana bis ke arah belakang

Anaknya pucet, mungkin karena penuh dan dikit-dikit ngerem, akhirnya turun di dekat samsat terus lanjut angkot ke tempat makan. Pulang dari tempat makan si bis gak kunjung lewat akhirnya ngangkot lagi sampai carefour Kircon dan pap lanjut ngangkot ke Leuwi Panjang ambil motor terus jemput kita. What a day, gak papa jadi pengalaman.

image
Angkot

Not allowed to copy and paste photo without permission.

Arka dan bis Damri